Sabtu, 29 November 2014

News / Regional

Ketidakadilan

Tembak Mati Maling Helm, Polisi Benar

Jumat, 27 Agustus 2010 | 06:41 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Polda Kalimantan Selatan bersikukuh bahwa anggotanya sudah menjalankan prosedur dengan benar dalam kasus tewasnya tersangka maling helm, Bahran (28), yang ditembak polisi gara-gara akan kabur, Rabu (25/8/2010) malam lalu.

Kepala Bidang Propam Polda Kalimantan Selatan AKBP Zuhdi Arrasuli mengaku, pihaknya masih menunggu berita acara laporan teknis kejadian tersebut.

Namun, Zuhdi sudah berani menyatakan, petugas sudah melakukan tindakan sesuai standar prosedur operasional.

"Sebenarnya kejadian tersebut petugas melakukan sesuai SOP pihak kepolisian, terkait situasi yang emergency," kata Zuhdi, Kamis (26/8/2010).

Meski begitu, Zuhdi mengatakan, secara prosedur pihak kepolisian juga turut bertanggung jawab untuk membawa jenazah korban dan upaya memberikan pertolongan pertama dan tanggung jawab secara kemanusiaan.

"Tanggung jawab secara kemanusiaan, yaitu turut berbelasungkawa atas meninggalnya tersangka," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Bahran tewas akibat luka tembakan petugas saat melarikan diri di depan Poltabes Banjarmasin. Pelaku berusaha kabur saat akan dimasukkan ke penjara setelah mencuri helm.

Bahran semula diamankan polisi karena nyaris dihakimi massa, setelah diketahui mencuri satu helm di kawasan Pengambangan, Banjarmasin.

Setelah dibawa ke Poltabes Banjarmasin dan menjalani pemeriksaan, malam harinya, seorang petugas menggiring Bahran ke sel Poltabes Banjarmasin.

Belum sampai ruang tahanan, Bahran malah melawan dengan menyodokkan sikunya ke dada polisi hingga terjatuh. Bahran pun melarikan diri.

Polisi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar Bahran yang sudah berlari keluar dari area Poltabes Banjarmasin.

Sempat diberi tembakan peringatan ke udara, tetapi Bahran tetap tidak menggubris. Tembakan kemudian diarahkan ke tubuh Bahran. Pemuda malang itu akhirnya jatuh dan meninggal satu jam kemudian. (Edward Pah)


Editor : yuli
Sumber: