Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 20:33 WIB
Mudik 2010
45 Posko Kesehatan Bantu Pemudik
| I Made Asdhiana | Senin, 16 Agustus 2010 | 21:57 WIB
|
Share:

Rosdianah Dewi
Seorang pasien tengah diperiksa di posko kesehatan terminal Lebak Bulus

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan secara matang sejak jauh-jauh hari untuk menyambut mudik lebaran tahun ini. Selain menyiapkan 6.114 bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) sebagai angkutan lebaran 2010, Dinas Kesehatan DKI juga menyiapkan 45 posko kesehatan di terminal-terminal bus, bandara, dan stasiun kereta api. Posko kesehatan ini akan mulai beroperasi H-7 Lebaran dan H+7 Lebaran.

Semua biaya pengobatan ditanggung Dinas Kesehatan DKI karena anggarannya bersumber dari APBD DKI.
-- Dien Emmawati

Setiap posko kesehatan akan tetap buka selama 24 jam, karena para petugas posko akan bertugas dalam tiga shift. Setiap satu shift dikerahkan empat petugas kesehatan terdiri dari dokter, paramedis, tukang obat, dan supir ambulans. Sehingga paling tidak, untuk melayani kesehatan pemudik di 45 posko akan ada 540 petugas kesehatan yang bertugas sebelum dan sesudah Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan, penanganan kesehatan masyarakat Jakarta yang akan mudik ke kampung halaman merayakan Lebaran bersama keluarga dan kembali ke Jakarta menjadi program prioritas. “Karena ini terjadi setiap tahun, kita sudah mempunyai suatu standar pelayanan kesehatan menjelang dan sesudah Lebaran,” kata Dien di Jakarta, Senin (16/8/2010).

Beberapa lokasi yang akan ada posko kesehatannya yaitu Terminal Bus Senen, Terminal Bus Kampung Rambutan, Terminal Bus Rawamangun, Terminal Bus Lebakbulus, Terminal Bus Pulogadung, Terminal Bus Tanjung Priok, Terminal Bus Pasar Minggu, Terminal Kalideres, dan Terminal Bus Pinangranti. Sedangkan untuk bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Posko kesehatan di stasiun kereta api disiapkan di Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai, Stasiun Kota, Stasiun Tanjung Priok, dan Stasiun Tanah Abang.

Jika di lapangan petugas kesehatan menemukan penyakit yang membutuhkan pelayanan setingkat rumah sakit, Dien menegaskan, pihaknya telah menyediakan 17 rumah sakit rujukan untuk memberikan layanan kesehatan lebih lanjut. "Semua biaya pengobatan ditanggung Dinas Kesehatan DKI karena anggarannya bersumber dari APBD DKI," ungkap Dien.

Selain itu, lanjut Dien, Dinas Kesehatan juga menyiapkan posko kesehatan mobile. Posko ini untuk melayani para pemudik yang akan pergi ke kampung halaman yang disponsori oleh perusahaan atau dalam acara tertentu.

Tidak hanya itu, Dinas Kesehatan juga memerhatikan warga Jakarta yang tidak mudik. Dien menyatakan layanan kesehatan puskesmas kelurahan dan kecamatan tetap akan buka selama 24 jam untuk melayani warga Jakarta. “Artinya, warga yang tidak mudik tetap terlayani kesehatannya,” katanya.

Dien mengimbau bagi para pemudik agar berhati-hati dengan penyakit maag dan diare yang senantiasa menyerang pemudik saat di perjalanan. Begitu juga saat meninggal rumah, Dien mengimbau agar bak-bak mandi atau wadah-wadah kosong dipastikan harus kering atau bebas dari air yang bisa menjadi sarana berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk.