Sabtu, 29 November 2014

News / Regional

Jual Kopi Bubuk Lebih Untung

Senin, 16 Agustus 2010 | 08:44 WIB

LIWA, KOMPAS.com - Sebagian petani kopi di Kabupaten Lampung Barat mulai memproduksi kopi bubuk karena lebih menguntungkan daripada menjual kopi bijian.      "Saya mulai membuat kopi bubuk, walaupun tidak terlalu banyak, tetapi hasil penjualannya lebih menguntungkan," kata petani kopi, Nasir, di Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat, sekitar 282 km sebelah barat Bandarlampung, Senin (16/8/2010).      Dia menjelaskan, harga kopi kering kian merosot sehingga mendorong petani mengolahnya menjadi kopi bubuk. "Alasan harga yang membuat petani membuat kopi bubuk, karena lebih menguntungkan daripada menjual kopi bijian," kata dia lagi.      Ia mengatakan separuh hasil panennya diolah menjadi kopi bubuk, yang dijual ke sejumlah pasar di Lampung. "Bila saya menjual kopi biji, jelas pendapatan saya akan berkurang,"katanya.      Menurut dia, hasil penjualan kopi bubuk itu mampu membiayai perawatan tanaman kopi dan mencukupi kebutuhan keluarganya.      Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat menyebutkan luas lahan tanaman kopi di daerah itu mencapai 60.347 ha.      Saat ini harga kopi kering di tingkat agen mencapai Rp 10.000 per kilogram, sedangkan harga kopi bubuk di pasaran mencapai Rp 35.000/kg.      Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, Agustam Basmar, mengatakan industri kopi bubuk mampu mendongkrak pendapatan dan perekonomian petani.      "Harga kopi bubuk dan kopi biji jauh berbeda, ini menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha kopi bubuk," katanya.      Berkaitan itu, ia meminta petani harus menjaga mutu kopi bubuknya. "Agar penjualan kopi tetap stabil, petani harus menjaga kualitas kopi bubuk, baik penjemuran juga pengolahan, sehingga kualitas kopi dapat terjaga yang nantinya omzet penjualan kopi terus stabil," kata Agustam.


Editor : Ignatius Sawabi
Sumber: