Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 20:26 WIB
Pengantin Baru Ini Tewas di Hongkong
| Benny N Joewono | Rabu, 11 Agustus 2010 | 21:30 WIB
|
Share:

SHUTTERSTOCK
ilustrasi

PONOROGO, KOMPAS.com — Seorang tenaga kerja wanita asal Desa Krajan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dikabarkan tewas di Hongkong.

Kabar meninggalnya TKW bernama Nita Setyaningrum (25) tersebut disampaikan oleh kakak korban, Andik Purwo, saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya, Rabu (11/8/2010).

"Kami baru mendapat kabar duka kemarin sore (Selasa) dari teman adik saya yang sama-sama bekerja di Hongkong," katanya.

Belum diketahui penyebab pasti kematian Nita Setyaningrum di Hongkong.

Pihak keluarga sejauh ini masih berusaha mencari informasi ke perusahaan pengerah tenaga kerja yang dulu memberangkatkan korban.

"Pihak perusahaan sudah mengonfirmasi dan membenarkan informasi kematian adik kami. Tetapi penyebabnya apa, mereka masih belum menjelaskan secara detail," sambungnya.

Andik curiga, kematian adiknya terkesan tidak wajar. Pasalnya, sebulan sebelumnya, Nita baru saja melangsungkan pernikahan dengan pria idamannya yang juga bekerja sebagai TKI di Malaysia, Joko Susilo (27).

Masa bulan madu keduanya hanya berlangsung dua minggu sebelum akhirnya Nita dan Joko memutuskan kembali ke negara tempat kerja masing-masing.

"Sangat tidak mungkin jika alasan kematiannya nanti adalah bunuh diri. Kami akan terus mencari tahu sebab-sebab kematian adik kami sebenarnya," kata Andik.

Sementara itu, Wiji Lestari, ibu korban, mengatakan sangat terpukul dengan kabar mengenai anak keduanya tersebut.

Pasalnya, sebelum berangkat, Nita telah berjanji untuk mengakhiri kontrak kerjanya di Hongkong tahun ini.

"Dia bilang ingin konsentrasi mengurus rumah tangga dan berkumpul dengan keluarga," tutur Wiji dengan air mata berlinang.

Berdasarkan informasi dari keluarga, Nita Setyaningrum telah bekerja sebagai TKW di Hongkong selama lebih kurang lima tahun.

Dia memulai profesi tersebut sejak baru lulus dari bangku SMA. Ia memilih menjadi TKW saat itu karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan ingin membantu perekonomian keluarganya.

Sumber :
ANT