BAKAUHENI, KOMPAS.com - Sejumlah truk pengangkut barang di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, masih menumpuk karena menunggu akan menyeberang ke Pelabuhan Merak Provinsi Banten hingga Jumat (30/7/2010) malam.
"Penumpukan disebabkan truk datang bersamaan dengan kendaraan dari jalan lintas Sumatera, setelah melalui jembatan sementara di Km 79 Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni," kata seorang sopir truk asal Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Siswoko, di Bakauheni.
Ia mengatakan, hingga saat ini truk yang berbobot muatan 20 ton lebih diberlakukan melewati jalan alternatif Simpang Ketapang-Gayam tembus ke jalan lintas pantai timur yang kondisinya rusak sehingga kendaraan dari arah Kota Bandarlampung berjalan merayap dan sampai di Pelabuhan Bakauheni bersamaan.
"Karena menunggu jadwal sandar kapal, terjadi antian panjang hingga menumpuk di empat dermaga Pelabuhan Bakauheni," tambah dia.
Petugas Pelabuhan Bakauheni, Syamsul R, mengatakan, truk di Pelabuhan Bakauheni beberapa pekan terakhir ini memang sering mengalami antrean panjang sejak diberlakukan lewat jalan alternatif, sementara kendaraan ringan tetap melalui jembatan sementara Km 79 yang masih diperbaiki.
"Penumpukan biasanya terjadi pada saat menjelang malam hari hingga dini hari," katanya.
Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni, Suryadi, mengatakan, kodisi tersebut membuat sejumlah perusahaan pelayaran merugi karena terkadang kapal penuh, namun kapal yang sandar kedua sedikit muatan.
Ia mengatakan, kedatangan truk tidak seimbang dengan jadwal sandar kapal yang hanya 15 menit di setiap dermaga sehingga tidak sempat menunggu kedatangan rombongan truk berikutnya.
Sementara itu, antrean truk pengangkut barang sejak Jumat pagi memadati area parkir PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Merak Provinsi Banten, dan di jalan tol Cikuasa.


