Sabtu, 1 November 2014

News / Regional

SULTRA

Tak Terkendali, Perburuan Satwa Liar

Selasa, 27 Juli 2010 | 18:06 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra), menengarai aktivitas masyarakat yang melakukan perburuan satwa liar, khususnya hewan rusa di sejumlah kawasan konversi di daerah itu semakin tidak terkendali.        "Kami menerima laporan dari warga bahwa beberapa kawasan konservasi seperti di di Konawe Utara itu, intensitas perburuan hewan rusa sangat tinggi," kata Penata Perlindungan dan Konservasi BKSDA Sultra, La Ode Muhammad Said di Kendari, Selasa (27/7/2010).        Menurut laporan warga di Konawe Utara, kata dia, hampir setiap hari terjadi perburuan hewan rusa, baik dengan menggunakan alat senjata laras panjang maupun alat jerat, baik dilakukan pada siang maupun malam hari.        Padahal, kata Said, hewan rusa merupakah salah satu jenis satwa yang dilindungi dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1998 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa Liar.        Dalam undang-undang tersebut, lanjut dia, disebutkan bahwa pelaku yang ketahuan memburu satwa liar, diancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. "Kalau kami bisa menemukan pelaku perburuan satwa liar itu, tidak akan segan-segan untuk memenjarakan mereka, sesuai amanah undang-undang perlindungan satwa liar," ujarnya.        Oleh karena itu, ia juga berharap agar warga yang gemar berburu rusa, untuk menghentikan kebiasaan itu, sebab populasi hewan tersebut mulai terancam punah.        Said mengatakan, pihaknya kesulitan mengawasi pergerakan para pemburu liar, karena personil yang dimiliki BKSDA sangat terbatas. Khusus tenaga di Konawe Utara, hanya tiga orang, sehingga pihaknya masih kesulitan menangkap para pelaku perburuan itu.        Kabupaten Konawe Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak fauna rusa karena memiliki hamparan tumbuhan alang-alang yang menjadi habitat satwa liar itu. "Namun akibat ulah para oknum pemburu satwa liar tersebut, jumlah populasi rusa di daerah yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan itu, kini mulai menyusut," ujar Said tanpa menyebutkan jumlah populasi hewan itu secara ril.        Sama halnya di Konawe Utara, juga penyusutan jumlah populasi rusa di daerah lain seperti di Taman Nasional Rawa Aopa Kabupaten Konawe Selatan kini ’menghilang’, demikian juga di Kabupaten Muna, Buton Utara dan Konawe.


Editor : Josephus Primus
Sumber: