Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 19:45 WIB
Hah, Angsa Ini Gemar Nonton Sinetron...
| Ignatius Sawabi | Rabu, 21 Juli 2010 | 14:20 WIB
|
Share:

www.dailymail.co.uk
ilustrasi

SUKABUMI, KOMPAS.com — Jika beberapa tahun lalu ada sapi gemar nonton televisi, kini giliran angsa gemar nonton sinetron. Seekor angsa yang diberi nama Ebet oleh pemiliknya di Sukabumi, Jawa Barat, mempunyai kebiasaan unik, yaitu gemar menonton tayangan sinetron hingga larut malam.      Angsa milik Cucu Khadizah (54), warga Kampung Bakti, RT 03 RW 01, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini selain senang menonton sinetron juga senang bermain dengan manusia.      Cucu Khadizah mengatakan di Sukabumi, Rabu, angsa ini merupakan pemberian dari saudarannya saat baru menetas.      Namun, setelah beranjak besar, sekitar umur dua bulan, gejala aneh terlihat pada Ebet. Angsa ini sering masuk rumah untuk menonton sinetron.      "Awalnya saya hanya mengira Ebet ingin main saja, tetapi sampai saat ini kebiasaan Ebet tidak berubah," katanya.      Ia menambahkan, jika Ebet lupa menonton sinetron, dirinyalah yang memberi tahu bahwa tayangan sinetron sudah mulai. Angsa ini pun langsung masuk ke dalam rumah sambil membawa secarik koran atau kain untuk alas tempat duduk dirinya.      "Ebet belum pernah terlewat nonton sinetron," ujarnya.      Selain itu, kegiatan sehari-hari Ebet adalah mengajak main bocah berumur tujuh tahun, Asep, yang merupakan tetangga pemilik angsa ini.      Menjelang siang, angsa ini masuk ke kandang untuk istirahat. Namun, sekitar pukul 19.00 saat sinetron mulai ditayangkan, Ebet langsung masuk ke rumah majikannya.      Layaknya manusia, setelah mengambil selembar koran untuk alas, Ebet pun duduk.      Angsa yang baru berumur satu tahun ini enggan diganggu saat sedang asyik nonton sinetron. Jika pemiliknya mengganti saluran televisi, Ebet langsung marah dengan cara menggigit majikannya.      Namun, setelah puas nonton sinetron, Ebet pun dengan sendirinya keluar rumah dan kembali ke kandang.      Cucu mengaku tidak akan menjual, apalagi sampai memotong Ebet, karena ia sayang dengan angsa yang sudah hidup selama satu tahun dengannya.      Ia memilih tetap memelihara unggas kesayangannya tersebut kelak sampai unggas ini mati. "Saya anggap Ebet sudah sebagai keluarga saya sehingga saya tidak ingin menjual apalagi memotongnya," ujarnya.      Sementara itu, Asep (7) menuturkan, jika dirinya keluar rumah, Ebet selalu mendekati dan mengajaknya bermain. Selain itu, Ebet juga seperti tidak mau jauh dari dirinya walaupun ia sedang bermain dengan rekan-rekannya.      "Jika ke orang lain, Ebet suka mengejar, tetapi ke saya tidak," katanya.      Asep tidak tahu kenapa Ebet menyukainya. Setiap pagi sebelum sekolah Ebet sudah menunggu dirinya di depan rumah. Dan, selepas pulang sekolah angsa aneh ini langsung mengajaknya bermain.

Sumber :
ANT