Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 19:44 WIB
PENDAKIAN TUJUH PUNCAK DUNIA
Wapres Doakan Tim Wanadri
Suhartono | I Made Asdhiana | Rabu, 21 Juli 2010 | 13:46 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Wapres Boediono mendoakan Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri mencapai prestasi dengan berhasil sampai ke puncak gunung yang dituju serta kembali ke Indonesia dengan selamat. Hal itu disampaikan Wapres Boediono saat menerima dan melepas keberangkatam Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Wanadri, Rabu (21/7/2010) siang, di Istana Wapres, Jakarta.

Kami doakan berhasil dan jangan sampai ada yang kecelakaan sehingga kembali dengan selamat.
-- Wapres Boediono

Dalam acara itu hadir Ketua Tim Ekspedisi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Ketua Tim Harian Ekspedisi Yopie Rekson serta enam orang pendaki lainnya, yaitu Ardesir Yaftebbi, Iwan Irawan (Kwecheng), Marta Rimbawan, Fajri Al Luthfi, Nirhuda dan Gina Afriani.

Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia akan berangkat menuju Afrika dan Eropa (Rusia). Pada akhir Juli mendatang, Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Wanadri direncanakan menaklukan puncak Kilimanjoro (5.892 meter) dan Elbrus (5.652 meter) di Afrika dan Eropa.

Puncak pertama yang berhasil didaki pada April lalu adalah Ndugu-ndugu atau Cartensz Pyramid di Papua setinggi 4.884 meter. Empat puncak akan didaki lagi sampai dengan Mei 2012, yaitu Aconcagua (6.962 meter) di Argentina, Denalia atau MC Kinley (6.194 meter) di Alaska, Vinson Massif (4.897 meter) di Antartika serta gunung tertinggi di dunia, yaitu Sagarmantha atau Everest (8.850 meter) di Nepal.

"Kami doakan berhasil dan jangan sampai ada yang kecelakaan sehingga kembali dengan selamat. Saya doakan dengan tulus agar capai prestasi dengan baik, dan kembali dengan selamat. Kalau ada kecelakaan itu bisa merugikan kita semua. Kalian ini adalah aset," tandas Wapres Boediono.

Menurut Wapres Boediono, akan menjadi kebanggaan jika pada tanggal 17 Agustus nanti, Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia berhasil meraih puncak gunung sehingga bisa monumental dengan perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Oleh sebab itu, saya sangat senang dan mendukung Tim Ekspedisi ini. Sekarang ini siapkan mental dan fisik yang baik. Karena, jika tidak disiapkan dengan baik, seperti saya karena sudah usia, baru perjalanan Sulawesi Selatan dan Bandung, saya sudah terkena radang tenggorokan," tambah Wapres.

Menurut Wapres, prestasi yang akan dicapai oleh Tim Bravo Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia akan mengembalikan prestasi bangsa Indonesia yang selama ini hilang. "Itu prestasi bukan hanya untuk dunia, akan tetapi prestasi terhadap kepercaaan diri kita, yang selama ini hilang. Oleh karena itu, kepercayaan diri itu harus dikembalikan lagi, terutama kepada diri sendiri," kata Wapres.

Hadir pula anggota senior dan anggota luar biasa Wanadri, mantan menteri di era Presiden Soeharto, Sarwono Kusumaatmadja dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ery Riyana Hardjapamekas serta Ketua Umum Dewan Pengurus Wanadri Darmanto.

Dalam acara itu Wapres Boediono didampingi Deputi Seswapres bidang Kesejahteraan Rakyat Bambang Widiantoro, Seswapres Tursandi Alwi, Staf Khusus bidang Media Massa, yang juga Juru Bicara Yopie Hidayat serta Kepala Protokol Seswapres Taufik.

Menjawab harapan Wapres, Endriartono dalam keterangan pers menyatakan bahwa tim pendaki diatur sedemikian rupa dari yang tertua sampai yang junior. "Diharapkan tujuh puncak bisa dicapai oleh enam orang anggota pendaki. Semuanya sudah dibekali dengan kemampuan. Namun, jika ada yang tidak mampu, harus ada anggota tim lainnya yang bisa menggantikannya. Jadi, ada perencanaan darurat jika terjadi apa-apa," katanya.

Pendaki gunung senior Ogun, yang hadir dalam keterangan pers menambahkan, anggota tim harus jujur pada diri sendiri dan sesama tim lainnya. "Jika memang sudah pusing atau tidak fit, dia harus digantikan oleh anggota tim-nya yang lain. Itu cara mengatasi ego pendaki saat di medan pendakian," ungkap Ogun.