Kamis, 18 Desember 2014

News / Regional

Cabai, Murah di Petani Mahal di Pedagang

Sabtu, 17 Juli 2010 | 12:14 WIB

Terkait

JEMBER, KOMPAS.com - Petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menikmati kenaikan harga cabai yang melambung tinggi di pasaran. Ironisnya, petani terpaksa menanggung rugi besar jika gagal panen, tetapi tidak meraih untung besar saat harga jual cabai melonjak tinggi.      Di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember tercatat harga cabai rawit sebesar Rp 40 ribu perkilogram, sedangkan cabai merah besar Rp 30 ribu perkilogram, dan cabai hijau kecil sebesar Rp 20 ribu perkilogram.      Salah seorang petani cabai di Kecamatan Mayang, Hafit, Sabtu (17/7/2010), mengatakan, petani tidak bisa menikmati kenaikan harga cabai yang melambung tinggi sebanyak 100 persen karena harga jual ke pengepul bervariasi.      "Saya menjual cabai hijau kecil sebesar Rp 7 ribu per kg kepada pengepul karena kabarnya harga cabai sudah turun. Namun setelah dijual kepada pengepul, ternyata harga cabai masih tinggi," kata Hafit menungkapkan.      Harga jual cabai di tingkat petani, lanjut dia, tidak bisa stabil dalam jangka waktu lama karena bisa turun atau naik, setiap saat.      "Pada saat panen beberapa hari lalu, saya menjual harga cabai Rp 7 ribu per kg, namun satu jam kemudian harga turun menjadi Rp 6.500 per kg," paparnya.      Ia menjelaskan, kemungkinan kenaikan harga cabai disebabkan produksi cabai di berbagai daerah tidak optimal karena serangan hama dan anomali cuaca.      "Kenaikan harga cabai di berbagai daerah memengaruhi kenaikan harga cabai di Kabupaten Jember, khususnya di tingkat eceran atau pedagang kepada konsumen, sehingga yang menikmati kenaikan harga cabai adalah pedagang," tuturnya.      Hal senada juga disampaikan petani cabai di Kecamatan Silo, Baihaqi, yang tidak merasakan kenaikan harga cabai. "Petani hanya mendapatkan keuntungan tipis dan tidak sebanding dengan kerugian petani cabai pada saat gagal panen," ucapnya mengeluh.      Secara terpisah, pedagang di Pasar Tanjung Jember, Wahyu, mengatakan harga cabai melambung tinggi selama beberapa hari terakhir karena pasokan berkurang.      "Harga cabai bisa berubah setiap saat, sehingga pedagang harus memantau dengan cermat perubahan harga itu, supaya tidak merugi," ujarnya.      Kenaikan harga cabai di pasaran, lanjut dia, secara tidak langsung akan merugikan pedagang karena banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian.      "Banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga cabai yang melambung tinggi, sehingga jumlah pembelian cabai dikurangi dan penghasilan pedagang juga berkurang," tuturnya.


Editor : Ignatius Sawabi
Sumber: