Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 01:36 WIB
Perekonomian
Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket
Penulis : Mohammad Hilmi Faiq | Selasa, 13 Juli 2010 | 20:36 WIB
|
Share:

Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket
KOMPAS/RIZA FATHONI
Pedagang cabai keriting memilah-milah dagangannya di lapak Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (12/7). Harga grosir cabai keriting kualitas I di pasar tersebut masih relatif tinggi, yakni pada kisaran Rp 32.000 per kilogram. Meskipun harga ini turun dibandingkan dengan harga pekan lalu yang mencapai Rp 39.000 per kilogram, pedagang memprediksi harga cabai masih dapat melonjak kembali jika cuaca masih terus hujan, sementara pasokan stagnan.

TERKAIT:

MEDAN, KOMPAS.com Harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Medan terus melambung dalam sebulan ini. Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada cabe rawit dan gula pasir.

"Kenaikan harga bulan ini, terutama seminggu terakhir, benar-benar parah. Tadi pagi saya telepon, harga gula masih Rp 9.700 per kilogram; sore ini sudah naik menjadi Rp 9.800 per kilogram," kata pemilik warung, Naden (33), saat belanja di toko grosir milik Momo (35) di Pasar Pringgan, Medan, Selasa (13/7/2010).

Momo menjelaskan, harga bahan-bahan pokok memang sedang tidak stabil. Dia pun tidak menyangka kalau harga gula yang sepekan lalu hanya Rp 8.500 sekarang naik menjadi hampir 10.000 per kilogram.

Harga cabe rawit naik tinggi, yakni Rp 48.000 sampai Rp 50.000 per kilogram. Dibandingkan dengan sebulan lalu, harga itu telah naik hingga 58 persen.

Sementara itu, harga daging ayam potong di Pasar Sei Sikambing dan Pasar Kampung Lalang Rp 23.000 per kilogram. Adapun harga daging ayam kampung Rp 35.000. Sementara itu, harga telur naik Rp 150 per butir menjadi Rp 900 per butir.

Harga beras juga naik rata-rata Rp 200 per kilogram. Harga beras jenis IR 46 di berbagai pasar tradisional di Medan dari Rp 5.900 sampai Rp 6.000.

Kepala Humas Bulog Sumut Rusli Siregar menjelaskan, harga beras naik karena belum musim panen. Selain itu, kenaikan harga beras selalu terjadi menjelang bulan puasa. "Ini faktor psikologis saja, seolah setiap menjelang hari besar keagamaan harus naik harga," ujarnya.

Bulog Sumut masih menyimpan stok beras 48.608 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Sumut selama 3,5 bulan ke depan.

Editor :
Marcus Suprihadi