Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 19:39 WIB
Anjing Jalanan Sungguh Merepotkan
| Ignatius Sawabi | Senin, 12 Juli 2010 | 12:39 WIB
|
Share:

KALIANDA, KOMPAS.com - Sejumlah pengendara mengeluhkan banyak anjing liar di jalan lintas Sumatera ruas Pelabuhan Bakauheni-Kota Bandarlampung, karena menggaggu kelancaran arus lalu-lintas.      Salah seorang pengendara roda dua asal Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah, Azhari, mengatakan, di Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (12/7/2010), pengendara merasa terganggu karena sejumlah anjing liar seringkali menyeberang mendadak sehingga membuat pengendara terkejut dan menghentikan laju kendaraan dengan seketika.      "Jika sampai anjing itu tertabrak maka akan menyebabkan kecelakaan, dan itu pernah terjadi," katanya.       Hal senada juga di katakan oleh warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Abdurahman, bahwa sering kali anjing-anjing liar tersebut menyebabkan sejumlah pengendara terkejut dan berhenti mendadak bahkan nyaris terguling.      Menurutnya, sejumlah anjing yang berkeliaran, sebagian besar adalah milik warga yang tinggal di sepanjang jalan itu, namun tidak terurus sepenuhnya, hingga berkeliaran mencari makan di jalan lintas Sumatera.      Akibatnya, sering kali ada anjing yang tertabrak, umumnya oleh kendaraan beroda empat atau lebih. "Hampir setiap pekan ada bangkai anjing di tengah jalan atau sudah di pinggirkan, akibat tertabrak terutama bus atau truk angkutan barang," tambahnya.      Sopir angkutan penumpang dari Bandarlampung ke Bakauheni, Hutagalung, mengatakan, sering melihat anjing liar, terutama malam hari berkeliaran di tepi jalan, dan kadang berlari ke tengah.      "Kami terpaksa harus hati-hati, sebab kalau menabrak anjing itu, bisa berbahaya bagi laju kendaraan," kata dia, sopir travel Bandarlampung-Bakauheni, dan sebaliknya.      Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan, Ahmad Khandri mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengatasi anjing peliharaannya tersebut.      Untuk anjing liar berpemilik, pihaknya telah mengimbau dikandangkan atau dirantai dan diberikan suntikan anti-rabies yang  oleh petugas dari dinas peternakan.       Kemudian, untuk anjing-anjing liar yang tidak berpemilik pihaknya telah melakukan eliminasi di sejumlah kecamatan yang memiliki populasi anjing sangat besar termasuk di sepanjang jalan lintas Sumatera itu.      "Kami telah melakukan eliminasi pada tahun 2009 lalu dan akan mengulanginya pada bulan September 2010 mendatang," tambah dia.      Realisasi penanganan vaksinasi rabies di Kabupaten Lampung Selatan hingga saat ini masih 30 persen atau terealisasi sekitar 2.196 ekor dari 15.000 ekor lebih, dari jumlah seluruh populasi hewan penular rabies ( HPR) berpemilik maupun liar yang tersebar di 17 kecamatan di kabupaten setempat.

Sumber :
ANT