MAKASSAR, KOMPAS.com — Direktur Kawasan Industri Makassar (Kima) Bachder Johan meminta rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada 1 Juli 2010 dibarengi dengan kepastian pasokan listrik. ”Bukan masalah kenaikan tapi kepastian penggunaan listrik harus jelas, jangan mati. Kemudian investor diberikan kemudahan memperoleh jaringan atau penambahan itu. Apa gunanya naik kalau (listrik) mati," katanya di Makassar, Rabu (30/6/2010).
Pihaknya sangat memahami keputusan kenaikan TDL adalah untuk mengurangi subsidi. Namun, kepastian produksi, katanya, sangat berkaitan dengan keberhasilan usaha.
Johan mengakui kenaikan TDL akan berpengaruh pada peningkatan biaya operasional dan material. Meski demikian, pengaruh-pengaruh tersebut masih dapat dihitung dan disesuaikan. "Kalau listrik mati setiap saat, produksi bisa hancur," ujarnya.
Ia mengatakan, pasokan listrik ke kawasan industri dari PLN sebesar sembilan megawatt dan sementara kebutuhan 12 megawatt. ”Genset juga tidak dapat menyelesaikan masalah karena durasi daya yang dihasilkan genset sangat rendah,” katanya.
Ia mengusulkan agar PLN memilah-milah pasokan kebutuhan listrik wilayah strategis sesuai dengan bentuk industri menggunakan sistem pembagian waktu sesuai dengan kebutuhan sehingga dan tidak memukul rata pasokan.
Menanggapi hal ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan agar kalangan industri bersurat langsung kepada dirinya jika mengalami masalah dengan kebutuhan pasokan listrik. "Kalau ada industri yang bersoal, silakan surati saya langsung," ujarnya.

