Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 19:25 WIB
PILKADA JAMBI
Ribuan Orang Rimba Tak Masuk DPT
| Kamis, 17 Juni 2010 | 02:55 WIB
|
Share:

Jambi, Kompas - Lebih dari 2.500 orang rimba di dalam dan sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, diperkirakan tidak ikut dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi. Hingga kini masyarakat suku terasing ini tidak masuk dalam daftar pemilih tetap atau DPT.

Manajer Program untuk Orang Rimba dari Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, Robert Aritonang, mengatakan, jumlah orang rimba di sekitar dan dalam kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) mencapai sekitar 3.500 orang. Dari jumlah tersebut, hanya sepertiganya yang masuk dalam DPT. Mereka tinggal di luar taman nasional, berada pada wilayah tengah Jambi, di kawasan Singkut, Pamenang, Air Itam, dan Pematang Kabau.

”Sebagian besar lainnya belum masuk DPT karena belum terdaftar sebagai warga pada desa tertentu atau tidak masuk sistem administrasi desa terdekat,” ujar Robert di Jambi, Rabu (16/6).

Robert mengatakan, aparat pemerintahan di desa umumnya menilai, orang rimba sulit dijangkau karena berada di dalam kawasan taman nasional yang luasnya lebih dari 65.000 hektar itu. Selain itu, mobilitas orang rimba cukup tinggi karena budaya seminomaden masih hidup, membuat orang desa menganggap mereka hanya sebagai tamu, bukan warga yang harus didaftarkan identitasnya.

Faktor lainnya, orang desa menilai orang rimba sebagai beban, seakan memiliki nilai yang lebih rendah. ”Ada prasangka bahwa orang rimba itu lebih rendah derajatnya sehingga kurang bernilai secara politik,” tuturnya.

Pada Pemilu Bupati Tebo dan pemilu legislatif di Kabupaten Tebo terdahulu, sejumlah orang rimba di Kabupaten Tebo dimobilisasi masuk dalam DPT. Robert menilai, ada kecenderungan pelibatan orang rimba hanya untuk tujuan politis belaka dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi pada 19 Juni mendatang akan berlangsung pada 6.497 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Empat pasangan calon maju untuk memperebutkan suara terbanyak. Mereka adalah Zulfikar Achmad-Ami Taher, Hasan Basri Agus-Fachrori Umar, Madjid Mu’az-Abdullah Hich, dan Safrial-Agus Setyonegoro.

Lima kandidat di antaranya adalah bupati di wilayah Jambi, yaitu Zulfikar (Bupati Bungo), Hasan Basri (Sarolangun), Madjid (Tebo), Hich (Tanjung Jabung Timur), dan Safrial (Tanjung Jabung Barat). Ami Taher adalah anggota DPR, Fachrori mantan hakim, dan Agus dosen di Universitas Jambi. (ITA)