Rabu, 3 September 2014

News /

MARITIM

Jepang Buat Kapal Pesiar Mini di Cirebon

Kamis, 29 April 2010 | 03:54 WIB

Cirebon, Kompas - Investor asing dari Jepang, PT Maxim Marine Indonesia, membuka pabrik pembuatan kapal pesiar mini (yacht) dan tangkap ikan kecil (cruiser) di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Kapal yang dibuat rencananya untuk memenuhi pasar luar negeri dan lokal.

Presiden Direktur PT Maxim Marine Indonesia (MMI) Sadayuki Ito, Rabu (28/4), saat pembukaan produksi perdana di Pelabuhan Cirebon, menyatakan, mulai 2010 perusahaannya membuat kapal pesiar dan kapal tangkap ikan di Cirebon. Targetnya, dalam setahun, mampu dihasilkan empat kapal pesiar atau enam kapal penangkap ikan.

”Saat ini kami mengerjakan pembuatan dua kapal cruiser tipe 65 feet. Ada dua pesanan lagi yang akan kami kerjakan,” ujar Sadayuki.

Seluruh produksi dilakukan di Cirebon, bahkan 60 persen bahan baku berasal dari Indonesia, kecuali bahan-bahan interior dan mesin kapal yang didatangkan dari Amerika Serikat, Australia, Italia, dan Thailand. Untuk segmen pasar, diakui Sadayuki, mayoritas ke luar negeri, yaitu Eropa, Amerika, Jepang, dan China, dengan harga jual Rp 14 miliar per unit.

Cirebon sengaja dipilih sebagai lokasi pabrik daripada Jakarta karena akses masuk keluar produk lebih mudah dan membutuhkan tempat yang besar. Sementara di Jakarta tempatnya terbatas dan sering banjir sehingga mengganggu pengiriman material. Selain itu, sewa tempat dan harga tenaga kerja terampil di Cirebon juga lebih murah daripada di Jakarta.

Diharapkan, dengan adanya pabrik di Cirebon, banyak tenaga kerja lokal yang terserap.

Menurut Akhmad Alisyahbana dari Bagian Produksi PT MMI, untuk membuat satu kapal dibutuhkan sekitar 30 tenaga kerja selama 3-4 bulan. (THT)


Editor :