Senin, 22 Desember 2014

News / Kesehatan

Indonesia Butuh Pusat Transplantasi Hati

Minggu, 25 April 2010 | 04:35 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Usai sukses melakukan operasi pencangkokan hati pada balita Ramdhan Aldil Saputra yang berusia tiga tahun yang ditansplantasikan dari Sulistiyowati (ibu Ramdhan), tim dokter Transplantasi Hati RSUD dr Soetomo berharap Indonesia memiliki pusat transpalntasi hati.

"Pusat transplantasi hati ini kini sangat dibutuhkan. Pasalnya, jumlah penderita kelainan hati cukup banyak di Indonesia. Kendati operasinya membutuhkan dana yang mahal, namun kami yakin ini bisa direalisasikan," ujar anggota tim Tansplantasi Liver RSUD dr Soetomo Ahli saluran Pencernaan, dr Iwan Kristiawan saat ditemui di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu malam (24/4/2010).

Untuk melakukan pencangkokan hati pada Ramdhan membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar. Sehingga, untuk membuat pusat transplantasi dan melakukan operasi pada pasien lain, maka membutuhkan dana yang besar.

Gubernur Jawa timur, Soekarwo mengatakan, untuk bisa merealisasikan itu perlu dukungan dari banyak pihak. Misalnya, jika pusat transplantasi hati ini dibangun di RSUD dr Soetomo, maka ini akan menjadi tanggung jawab bersama.

"Prinsipnya Pemprov Jatim siap mendukung dengan dibantu oleh pihak donatur dan masyarakat yang peduli," katanya. Namun, lanjut dia, sebelum meralisasikan itu, maka dokter di Jawa Timur harus sekolah dulu di Oriental Organ Transplantasi Center (OOTC) di Tianjin, Tiongkok.

Untuk biayanya, kata Soekarwo, ini bisa dibantu pemprov oleh pemprov dan donatur. Setelah ada SDM yang jumlahnya dan kualitasnya cukup memadai, maka untuk membangun pusat transplantasi ini sangat mungkin bisa direalisasikan.

Soekarwo pun mengucapkan terima kasih pada tim dari OOTC yang telah bersedia membantu proses operasi Ramdhan. Ia juga berharap, kerjasama yang lebih menekankan pada aspek kemanusiaan dan kesehatan ini dapat terus berlanjut.


Editor : jimbon