Minggu, 26 Oktober 2014

News / Regional

Konservasi

Harimau Liar Diberi Mangsa Babi

Jumat, 23 April 2010 | 18:11 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Untuk mengantisipasi serangan harimau liar yang sering masuk ke kampung warga, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan membuka peternakan babi di tengah hutan konservasi. Ternak babi tersebut ditujukan untuk kebutuhan konsumsi hewan dilindungi itu.

"Mudah-mudahan rencana itu akan terlaksana dalam waktu dekat ini," ucap Bastoni, pakar yang juga pembina Yayasan Pelestarian Harimau Sumatera, di Riau, Jumat (23/4/2010).

Hal tersebut disampaikannya menanggapi serangan harimau sumatera di Desa Pasir Limau Kapas dan Desa Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Menurutnya, serangan harimau terhadap manusia merupakan peralihan sumber makanan. Hal demikian karena minimnya sumber makanan di kawasan hutan konservasi Sinepis yang menjadi kawasan tempat berlindungnya kawanan hewan dilindungi negara itu.

"Masuknya harimau ke desa di Rokan Hilir tidak lain untuk mencari makanan. Jadi bukan tidak mungkin kalau hal ini terus dibiarkan, maka akan mendatangkan korban manusia," tutur Bastoni.

Kemungkinan jatuhnya korban manusia itu, menurut Bastoni, karena harimau merupakan hewan yang tidak memiliki kepekaan terhadap makhluk lain yang berada di sekitarnya. "Yang lebih membahayakan lagi, jika harimau dewasa sudah merasa kelaparan, maka usaha penerkaman biasanya akan lebih ganas lagi," tuturnya.


Editor : wah
Sumber: