Demo Satpam Pabrik Semen Gresik di Tuban Salah Sasaran - Kompas.com

Demo Satpam Pabrik Semen Gresik di Tuban Salah Sasaran

Kompas.com - 15/04/2010, 12:32 WIB

GRESIK, KOMPAS.com — Manajemen PT Semen Gresik Tbk menilai, unjuk rasa satpam PT Swabina Gatra ke PT Semen Gresik salah sasaran. Aksi sebagian tenaga satpam sebenarnya murni urusan internal anak perusahaan PT Semen Gresik, PT Swabina Gatra, yang merekrut para satpam itu sebagai tenaga outsourcing.

Dalam siaran persnya kepada para wartawan, Kepala Divisi Komunikasi PT Semen Gresik Tbk Saifuddin Zuhri, Kamis (15/4/2010), menjelaskan, PT Swabina Gatra merupakan perusahaan penyedia jasa, termasuk jasa pengamanan atau sekuriti.

PT Swabina Gatra menjalin hubungan kerja sama dengan PT Semen Gresik dalam bentuk borongan pekerjaan. "Tuntutan para personel satpam untuk menjadi karyawan tetap PT Semen Gresik tidak bisa dilakukan karena antara pekerja PT Swabina Gatra dan PT Semen Gresik tidak ada hubungan hukum," ujar Saifuddin menjelaskan.

Hubungan antara PT Semen Gresik dan PT Swabina Gatra adalah hubungan kemitraan. PT Semen Gresik tidak memiliki hubungan saham di PT Swabina Gatra sehingga masalah di lingkup PT Swabina Gatra murni persoalan internal PT Swabina Gatra dan kewajiban perusahaan tersebut untuk menyelesaikannya.

Secara kronologis, tenaga kerja pengamanan yang ditempatkan di pabrik Tuban adalah tenaga kerja yang awalnya merupakan tenaga kerja yang direkrut saat proyek pengembangan pembangunan pabrik semen di Tuban (proyek Tuban III). Proyek itu dilaksanakan pada 6 Juni 1996 hingga 15 Juli 1998. Setelah proyek berakhir, masa kerja tenaga pengamanan juga berakhir, ditandai dengan surat pengalaman kerja dari kepala proyek.

Sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan, PT Swabina Gatra sesuai dengan mekanisme merekrut pegawai dengan status tidak tetap berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) untuk ditempatkan sebagai tenaga pengamanan semen Gresik di pabrik Tuban. Sampai terlampauinya masa kerja dengan status PKWT, PT Swabina Gatra mengangkat tenaga pengamanan tersebut sebagai pegawai tetap PT Swabina Gatra, dengan hak dan kewajiban yang diatur berdasar perjanjian kerja bersama (PKB).

Pada 26 November 2009, DPRD Kabupaten Tuban mengundang PT Semen Gresik, PT Swabina Gatra, serta Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Kependudukan dan Catatan Sipil Tuban untuk dengar pendapat mengenai permasalahan kepegawaian yang timbul. Dalam pertemuan itu disimpulkan, berdasar fakta hukum dan kronologisnya, para personel keamanan yang ditempatkan di PT Semen Gresik hanya memiliki hubungan hukum dengan PT Swabina Gatra dan tidak punya hubungan hukum dengan PT Semen Gresik.

"Tuntutan personel keamanan untuk menjadi karyawan tetap di PT Semen Gresik tidak dapat dibenarkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Saifuddin.(aci)

 

 


EditorAbi

Terkini Lainnya

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional

Close Ads X