SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemprov Kaltim menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) dengan perusahaan asal China untuk membangun pabrik sepeda elektrik (electric bicycle), untuk mendukung program nasional dalam menekan emisi gas buang kendaraan bermotor.
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Selasa mengatakan bahwa pemanfaatan sepeda ramah lingkungan itu sebagai bentuk dari komitmen Kaltim dalam mendukung program nasional, yakni menekan atau mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor.
Hal itu disampaikan Gubernur Awang usai menandatangani nota kesepakatan bersama dengan perusahaan asal China yang memproduksi sepeda elektrik itu, yakni Zhejiang Lvjia Vehicle Industry Co,Ltd.
Tertuang dalam nota kesepakatan bersama, yakni perusahaan China tersebut akan membangun pabrik perakitan sepeda elektrik.
Perusahaan tersebut juga akan melakukan pelatihan kepada calon pekerja pabrik yang diperkirakan membutuhkan investasi 3,5 juta Dolar AS atau setara dengan Rp 35 miliar (jika nilai kurs per satu Dolar AS mencapai Rp 10.000).
Investor China itu, sehari sebelumnya telah memaparkan kepada gubernur serta unsur pimpinan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tentang produk sepeda elektrik yang bebas polusi karena menggunakan listrik yang bisa diisi ulang.
Awang Faroek Ishak menyambut baik hal itu karena bisa mengatasi masalah penggangguran atau ketenagakerjaan serta mendukung program lingkungan termasuk Kaltim Hijau, yang telah dicanangkan gubernur beberapa waktu lalu.
"Tahap awal, Pemprov Kaltim akan memesan 1.000 buah sepeda elektrik namun pembeliannya akan diserahkan kepada swasta," papar Awang.
Sedangkan tahap selanjutnya, Kaltim akan menyediakan lahan 50 Ha untuk tempat investor membangun pabrik perakitan. Investor diwajibkan melatih tenaga teknisi dan menyediakan suku cadang.
Dalam pelaksanaannya nanti, Pemprov Kaltim akan bertindak sebagai regulator yang menentukan harga jual, perizinan dan keperluan lainnya sehingga penggunaan sepeda elektrik ini dapat digunakan luas hingga ke pedesaan.
Pengusaha di Kaltim akan menjadi dealer dan pemegang merk dari produk yang dibuat investor.
Pemprov Kaltim nanti terlibat langsung dalam menentukan harga, tujuannya agar bisa terjangkau masyarakat luas.
Gubernur berharap dengan penggunaaan sepeda elektrik ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi gas buang emisi kendaraan bermotor yang semakin hari meningkat.
"Saya akan anjurkan agar 14 kabupaten dan kota se-Kaltim untuk menggunakan sepeda elektrik ini dalam rangka mendukung program Kaltim Green (Kaltim Hijau)," katanya.
