Kamis, 10 Juli 2014

News / Regional

Warga Minta Ular Pemangsa Manusia Ditangkap Hidup-hidup

Rabu, 24 Maret 2010 | 12:12 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Salah seorang warga Tembung, Mualim M Nur Alamsyah Nasution (45), meminta kepada pawang ular yang sedang memburu ular piton besar pemangsa M Zakaria (13), pelajar SMP PGRI Tembung, secepatnya dapat menangkap hewan ganas itu.

"Bila perlu petugas Polsekta Percut Sei Tuan, aparat desa, dan Kecamatan Percut Sei Tuan dikerahkan mencari ular besar yang dikhawatirkan akan memakan korban lain," kata Alamsyah dalam percakapannya di Tembung, Rabu (24/3/2010).

Alamsyah menyebutkan, ular piton memiliki panjang 8 meter dan berukuran sebesar tiang listrik itu diduga masih bersembunyi di terowongan pembuangan limbah milik PT Panca Pinang yang hanya berjarak 50 meter dari Sungai Tembung.

Ular piton pemangsa Zakaria yang belum tertangkap itu masih meresahkan warga yang bermukim di pinggiran DAS Sungai Tembung. "Perasaan kita, bisa saja ular yang belum tertangkap itu akan lebih ganas memangsa warga yang sedang mandi atau mencuci di Sungai Tembung," tuturnya.

Ia mengharapkan kepada Camat Percut Sei Tuan dapat mendatangkan pawang ular yang cukup diandalkan dari Pulau Jawa atau mencari pawang ular terkenal dari Sumut. "Yang penting bagaimana caranya agar ular piton itu bisa ditangkap dan jangan dibiarkan terlalu lama bersembunyi di dalam Sungai Tembung. Kalau boleh ular tersebut harus ditangkap hidup-hidup," tambahnya.

Alamsyah sebagai warga setempat mengakui bahwa di Sungai Tembung itu dihuni dan berkeliaran ular. Pengalaman hidupnya melihat ular di Sungai Tembung itu, yakni pertama kali sejak tahun 1973, saat itu dia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Kemudian, yang kedua kalinya, dia melihat ular besar pada tahun 1988.

"Bisa saja ular yang dilihat itu adalah ular piton berukuran besar yang memangsa Zakaria. Kalau memang benar ular tersebut, maka usia ular itu sudah puluhan tahun," katanya.

Sebelumnya, mengenai penangkapan seekor ular yang dilakukan pawang ular di Sungai Tembung, Jumat (19/3/2010) sekitar pukul 19.30 WIB, ternyata ular yang dijerat itu bukan ular yang memangsa M Zakaria. Ciri-ciri ular pemangsa Zakaria itu berkulit agak hitam dan berukuran lebih besar dan sebagian tubuh ular itu ada bekas luka tombak. Sementara itu, ular yang berhasil diamankan pawang yang dibantu warga itu memiliki tubuh mulus, kulit warna putih, dan tidak terlalu besar.


Editor : wah
Sumber: