KARAWANG, KOMPAS.com — Lebih dari 8.000 rumah penduduk di tujuh kecamatan sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarum di beberapa titik, sejak Kamis (18/3/2010) hingga Senin ini.
Ketinggian air di setiap daerah yang tergenang banjir itu bervariasi antara 50 cm hingga 1 meter. Bahkan, ada beberapa titik lokasi banjir yang ketinggian airnya mencapai 3 meter sehingga merendam rumah penduduk.
Samsi (34), warga korban banjir di Perumahan Perumnas Telukjambe, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, mengatakan bahwa banjir di daerahnya sejak beberapa hari terakhir itu terus mengalami kenaikan.
Banjir tersebut merupakan dampak masih "dialirkannya" air dari Bendungan Walahar ke Sungai Citarum. Sungai Citarum terus meluap di beberapa titik sekitar Karawang.
"Biasanya, air mulai meninggi setiap dini hari. Pada Senin malam ini juga dikabarkan akan ada lagi luapan sungai Citarum," katanya.
Sementara itu, sesuai dengan data terakhir dinas sosial setempat, hingga hari kelima, banjir di Karawang telah merendam lebih dari 8.000 rumah di 21 desa sekitar tujuh kecamatan.
Sebanyak 3.299 rumah terendam di lima desa sekitar Kecamatan Karawang Barat, 165 rumah di satu desa yang terendam di Kecamatan Karawang Timur, dan sebanyak 3.555 rumah yang terendam di tujuh desa sekitar Telukjambe Timur.
Untuk daerah lainnya, sebanyak 343 rumah terendam banjir di dua desa Kecamatan Telukjambe Barat, sebanyak 24 rumah terendam di satu desa Kecamatan Ciampel, 250 rumah terendam di satu desa sekitar Kecamatan Batujaya, dan 489 rumah terendam di empat desa Kecamatan Pakisjaya.


