Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:51 WIB
SMS Menyesatkan Soal Bendungan Jatiluhur Beredar
Mukhamad Kurniawan | made | Senin, 22 Maret 2010 | 20:05 WIB
|
Share:

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Air di bendungan utama Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, limpas, Senin (22/3/2010).

TERKAIT:

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Dua hari terakhir beredar pesan singkat atau SMS seputar Bendungan Jatiluhur di kalangan masyarakat Purwakarta dan Karawang, Jawa Barat. Bunyi pesannya berkisar isu retaknya bendungan serta rencana penggelontoran air besar-besaran terkait curah hujan yang masih tinggi di hulu Sungai Citarum.

Salah satu pesan yang beredar itu isinya, "Jika curah hujan wilayah Bandung dan sekitarnya terus meningkat, untuk keamanan Bendungan Jatiluhur, sekitar tengah malam akan di los 5.000 meter kubik. Kami himbau kepada masyarakat sekitar untuk antisipasi, mohon maaf atas ketidaknyamanan kondisi tersebut, langkah ini kami ambil untuk menyelamatkan Bendungan Jatiluhur Purwakarta."

Kepala Biro Operasi dan Konservasi Perum Jasa Tirta (PJT) II, Sutisna Pikrasaleh, dan tenaga senior PJT II, Supangat, yang dihubungi Kompas, Senin (22/3/2010) malam, membantah keras isi SMS tersebut. Keduanya menilai isi SMS tersebut menyesatkan sekaligus meresahkan warga, khususnya warga sekitar aliran Sungai Citarum yang beberapa hari terakhir tergenang luapan sungai.

"Saya menerima banyak keluhan dari masyarakat yang menanyakan kebenaran isi pesan tersebut, beberapa di antaranya mengatasnamakan pemerintah provinsi. Saya jawab bahwa SMS itu tidak benar," ujar Supangat.

Supangat menambahkan, tinggi muka air (TMA) waduk saat ini berkisar 108,4 meter di atas permukaan laut (dpl) atau masih 1,6 meter menjelang titik kritis. Namun untuk mencapai TMA 110 meter dpl, butuh pasokan air sekitar 138 juta meter kubik ke Waduk Ir H Djuanda.

"Dan untuk mencapai volume sebesar itu (138 juta meter kubik), perlu waktu lama dan tidak cukup hanya dengan hitungan jam, jadi tidak benar kami akan menggelontorkan sebanyak itu," ujarnya.