Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:31 WIB
Tak Benar Ratusan Warga Eks Timtim Minta Suaka ke Portugal
Kornelis Kewa Ama Khayam | ksp | Senin, 22 Maret 2010 | 17:00 WIB
|
Share:

KOMPAS/ SAMUEL OKTORA
Pemeriksaan di Jembatan Comoro, Subdistrik Comoro, Dili, Timor Leste, pertengahan 2006 silam, terkait dengan kabar demo susulan menuntut mundurnya Pedana Menteri Timor Leste Mari Alkatiri serta isu gerakan pembalasan etnis timur ke barat.

TERKAIT:

KUPANG, KOMPAS.com — Tidak benar ada ratusan warga eks Timor Timur yang berdiam di Tuapuka, Kabupaten Kupang, meminta suaka politik ke Portugal. Aparat keamanan setempat sudah menyelidiki peristiwa itu langsung di Tuapuka, tetapi hanya ada satu orang. Itu pun hanya sensasi belaka.

Saya dan Kapolda sudah turun menyelidiki informasi itu, tetapi tidak ada. Masyarakat tetap melaksanakan tugas sehari-hari. Hanya satu yang diinformasikan minta suaka politik, tetapi itu pun hanya sensasi.
-- Kolonel (Inf) Dody Usodo Hargo

Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Kolonel (Inf) Dody Usodo Hargo di Kupang, Senin (22/3/2010), mengatakan, berita mengenai ratusan warga eks Timor Timur (Timtim) di Tuapuka, Kabupaten Kupang, meminta suaka politik ke Portugal tidak benar.

"Saya bersama Kapolda sudah turun tangan terkait informasi itu, tetapi tidak ada. Masyarakat tetap melaksanakan tugas sehari-hari dengan tertib. Hanya satu yang diinformasikan meminta suaka politik, tetapi itu pun hanya sensasi saja,"katanya.

Meski demikian, pemerintah setempat serius menanggapi informasi itu dan berusaha menyelidiki di lapangan. Mengapa sampai ada informasi seperti itu. Hargo menyatakan, sebagian warga eks Timtim ini berdiam di kompleks area Markas Yonif 742/Satya Wirayudha sehingga sering mengganggu suasana di kompleks itu.

"Ketika mereka melakukan tindak kriminal dan dikejar aparat kepolisian, mereka lari sembunyi sampai ke markas itu. Kemudian dikejar aparat kepolisian. Ini yang terkadang menciptakan suasana kurang harmonis," katanya. Karena itu, warga eks Timtim ini sebaiknya direlokasi ke tempat lain agar tidak mengganggu suasana di markas itu.