Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:39 WIB
Tiga Pemuda Bojonegoro Disabet Pedang, Terkapar di Jalan
Adi Sucipto | yuli | Senin, 22 Maret 2010 | 16:29 WIB
|
Share:

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Tiga pemuda di Bojonegoro, Jawa Timur, terluka cukup parah karena disabet pedang oleh enam pemuda lainnya. Dari enam orang itu, baru dua pemuda yang sudah ditangkap polisi, yakni M Julianto (19) dan Adib Miswanto (19), warga Desa Simbatan, Kecamatan Kanor.

Sedangkan tiga korban itu adalah Hendrik (19), warga Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Abidin (21) dan Heri Purwanto (22), warga Desa Balongcabe, Kecamatan Kedungadem.

Ketiganya diserang pemuda anggota perguruan silat, Senin (22/3/2010) pukul 01.00 dini hari di Jalan Raya Kecamatan, Dusun Banjarsari, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo.

Hendrik mengalami luka bacokan di bahu kiri, lengan, dan jari tangan kirinya yang hampir putus. Abidin menderita luka bacokan di bagian leher bawah dan Heri menderita luka di jari tangan kanan.

Ketiganya diserang enam orang, satu di antaranya membawa pedang ketika dalam perjalanan pulang ke rumah seusai cangkruk di warung kopi. Heri dan Abidin pulang dari warung kopi di depan Pegadaian Sumberrejo atau tepi Jalan Raya Bojonegoro-Babat. Hendrik pulang dari warung kopi di perempatan Sumberrejo, persisnya di samping pasar Sumberrejo.

Penyerangan bermula saat Abidin yang berboncengan dengan Heri Purwanto yang memakai kaus salah satu perguruan silat di Bojonegoro. Abidin dan Heri langsung diserang dari belakang oleh enam orang yang mengikutinya dengan mengendarai empat sepeda motor.

Keduanya pun tersungkur bersimbah darah ke aspal jalan kecamatan, dikeroyok enam orang. Saat itulah, Hendrik yang hendak pulang dari warung kopi karena sudah mengantuk, dari jarak sekitar 100 meter melihat dua orang dikeroyok.

Hendrik pun berusaha menghindar dan kabur ke arah utara ke tempat warung kopi tempat semula dia cangkruk. Hendrik tidak menduga dirinya turut diserang. Hendrik tidak mengenal mereka yang berkelahi dan tidak tahu sebabnya.

Namun, enam pelaku itu pun mengejarnya karena menyangka Hendrik adalah teman Abidin dan Heri. Hendrik dibabat dengan pedang hingga tersungkur ke aspal.

Warga yang melihat tiga pemuda terkapar di jalan langsung membawanya ke RSU Sumberrejo dan melapor polisi. Aparat Kepolisian Sektor Sumberrejo langsung terjun ke lapangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk meminta keterangan saksi-saksi termasuk korban yang dirawat tim medis.

Kepala Polsek Sumberrejo Ajun Komisaris Boel Hutasoit menjelaskan, dua korban, yaitu Heri dan Abidin, sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan. Satu korban lainnya, Hendrik, akhirnya dirujuk ke RSUD Sosodoro Djatikusumo karena luka parah di bagian bahu kiri, lengan, dan jari tangan nyaris putus.

Advertorial
»