JAKARTA, KOMPAS.com - Kedatangan Wakil Presiden Boediono dan rombongan meninjau ruang kelas 07 SMA Negeri 70, Jakarta Selatan, yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) direspon berbeda-beda oleh siswa. Christina Rosanty, siswa kelas 12 SMAN 70, yang duduk paling depan dan diajak berdialog oleh Wapres, mengaku tegang setelah kedatangan Boediono.
"Sejak datang tadi sampai ke kelas agak tegang ya, karena penjagaan yang sangat ketat. Jadi, waktu masuk kelas dan mendapat kunjungan Wapres saya masih tegang," aku Christina.
Wapres bertanya kepada Christina, jika lulus nanti akan melanjutkan studi ke mana. Christina menjawab akan melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi. Wapres kemudian memberikan ucapan selamat menempuh ujian.
Adapun Betari Desiree, yang duduk di sebelah Christina, justru mengaku berusaha tenang meskipun penjagaan di sekolah terlihat lebih ketat, terlebih dengan kehadiran Pasukan Keamanan Kepresidenan (Paspampres). Ia menjawab dengan tenang saat menjawab bahwa ia akan masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi jika ia lulus ujian ini.
"Saya senang-senang aja, yang penting tenang," katanya.
Sebelumnya, saat memberikan pengarahan di ruangan kelas, Boediono meminta agar para siswa jangan tergesa-gesa dalam mengisi jawaban atas soal-soal UN. "Jangan tergesa-gesa menjawab soal, ikuti dengan tenang dan jujur-lah mengikuti UN," pesan Boediono.
Menurut Boediono, UN merupakan tahapan belajar yang penting bagi para siswa sebelum memasuki tingkat pembelajaran berikutnya dalam kehidupan. "Oleh sebab itu, ikuti UN dengan baik, obyektif dan jujur," lanjut Wapres.
Dalam catatan Kompas, tahun ini peserta UN tingkat nasional untuk SMA mencapai 1.261.824 siswa. Sebanyak 20.034 siswa di antaranya adalah peserta UN ulangan yang gagal tahun lalu. Dalam kunjungan itu, Wapres didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Mendiknas Mohammad Nuh, Menag Suryadharma Ali, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto. Boediono disambut Kepala SMAN 70 Pernon Akbar.
