SURABAYA,KOMPAS.com - Sebuah perahu yang mengangkut 15 pemancing dan satu pengemudi, Minggu (21/3/2010) sekitar pukul 03.30 terbalik di bawah bentang tengah Jembatan Suramadu. Sebanyak 10 pemancing dan pengemudi kapal terapung-apung di laut hingga pukul 07.00 dan berhasil diselamatkan. Tapi, satu pemancing ditemukan tewas dan empat pemancing lainnya hilang.
Salah seorang korban, Toni Sujatmiko (55) mengatakan, setelah sampai di lokasi pemancingan tepatnya antara pilar 47 dan 48 Jembatan Suramadu sekitar pukul 03.00, gelombang laut mulai bertambah tinggi sehingga air laut mulai masuk ke dalam perahu. Pengemudi perahu serta beberapa pemancing sempat menguras air dalam perahu, tapi air laut tetap saja masuk ke dalam perahu bermotor tempel yang hanya berukuran lebar 2,5 meter dan panjang 7,5 meter tersebut.
"Setelah air laut terus-menerus masuk ke dalam perahu, kami para penumpang mulai panik. Tiba-tiba ombak yang lebih besar menghantam moncong perahu yang mengarah ke selatan sehingga perahu terbalik, penumpang pun berhamburan terjun ke laut," ujarnya, Minggu (21/3/2010).
Menurut Toni, beberapa penumpang yang terjung ke laut sempat mengenakan pelampung, tapi sebagian penumpang tak memakai pelampung karena persediaan terbatas. Beberapa penumpang yang menggunakan pelampung berenang dan terbawa arus air laut hingga ke arah Armada RI Kawasan Timur (Armatim) dan sebagian penumpang lain yang sempat menyambar kayu agar tetap mengapung terbawa arus hingga ke arah Pulau Madura.
Sebanyak 10 pemancing bersama satu pengemudi perahu yang sempat terapung-apung di laut akhirnya berhasil diselamatkan dua kapal nelayan yang kebetulan melintas. Namun demikian, meski sudah mengenakan pelampung, salah seorang penumpang bernama Sulis (50) warga Randu Indah, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya tewas.
"Korban tewas ditemukan dengan posisi pelampung menutupi mukanya. Kemungkinan besar korban keliru memakai pelampung," kata Toni.
Sementara itu, empat korban lain hingga Minggu (21/3) sore belum ditemukan. Keempat korban tersebut bernama M Fauzi (54), Sugianto (48), Warsito (45), dan Sudibyo (54). Seluruh korban berasal dari Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Kepala Patroli Jalan Tol Suramadu Iptu Polisi Supriyadi mengatakan, pihak kepolisian hingga Minggu (21/3) sore masih mencari empat korban yang hilang. Pencarian dilakukan dengan menyisir Selat Madura tepatnya di sekitar bentang tengah Jembatan Suramadu. Pencarian para korban melibatkan berbagai institusi, seperti Kepolisian, SAR Kota Surabaya, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kota Surabaya.


