WONOSOBO, KOMPAS.com - Angin puting beliung (lesus) menerjang Dusun Grenjeng, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo mengakibatkan 54 di antara sekitar 230 rumah di dusun itu rusak.
Kepala Desa Candiyasan, Setyawan Prayitno, Minggu (21/3/2010) menyebutkan, 12 rumah rusak berat, 21 rusak sedang, dan 21 rusak ringan. Bencana pada Sabtu malam itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Rumah yang mengalami rusak berat antara lain milik Suyanto, Suwanto, Giyanto, Suryanto, Karsito, Ngatwan, Suparman, Tukiyanto, Wito, Karjono, dan Setyawan Prayitno.
Atap dan kerangka rumah mereka terbawa angin. "Rumah saya bukan hanya atap dan kerangka yang terbang, eternitnya juga ikut melayang dan misteriusnya bekas atap itu tidak ditemukan di sekitar lokasi," katanya.
Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 18:15 WIB dan berlangsung cukup cepat selama sekitar satu menit. Setelah diterjang lesus, desa itu diguyur hujan deras.
Ini merupakan peristiwa pertama yang dialami warga desa. Ia berharap, korban lesus mendapatkan bantuan material terutama seng dan kayu.
Sekretaris Camat Kertek, Agus Wibowo, mengatakan, Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan menyalurkan bantuan logistik antara lain berupa mi instan, beras, dan terpal.
Para korban lesus juga memerlukan bantuan material lainnya seperti seng 1.200 lembar, kayu gelagar sepanjang empat meter 300 batang, dan paku payung 30 kilogram untuk perbaikan rumah.
"Kami sedang berupaya mendapatkan bantuan baik dari pemkab maupun provinsi," katanya.


