KOMPAS.com — Lihatlah penderitaan anak manis ini. Dena Anisa Humaira (4), gadis kecil dari Desa Blang We Panjo, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, itu membutuhkan perhatian. Pasalnya, sudah enam bulan anak janda miskin ini menderita pembengkakan di matanya. Bahkan, bagian hitam pada bola mata nyaris keluar. Sejauh ini, ia belum bisa berobat secara maksimal.
Ibu Dena, Sawiyah (37), menceritakan bahwa kejadian pada anak keduanya itu berawal ketika matanya tercolok lidi sekitar enam bulan lalu. Luka itu terus membengkak. Namun, dalam proses pengobatan yang dilakukan, selama dua bulan, mata anaknya sempat sembuh.
Meski demikian, sekitar dua bulan kemudian ternyata mata anaknya malah bengkak kembali, dan makin lama tambah parah. Dengan begitu, tiap saat mata sang anak harus dijaga agar tidak dihinggapi lalat. “Bahkan, dalam dua bulan terakhir, anak saya selalu muntah saat makan. Ini membuat saya tambah panik,” ungkap ibu yang bekerja sebagai penjual mie caluk ini.
Menurutnya, memang dengan bermodalkan kartu Jamkesmas, anaknya pernah dirawat di Medan, Sumatera Utara. Namun, perawatan yang dimulai pada 1 Maret hingga 13 Maret ini tidak ada kemajuan. Anaknya pun dianjurkan untuk pulang saja, meskipun saat itu pihak rumah sakit tidak mengatakan anaknya sakit apa.
“Sedangkan sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk bisa menyembuhkan mata anak saya yang semakin hari semakin parah saja,” ujarnya sedih. Oleh karenanya, keluarga miskin ini sangat mengharapkan bantuan dari para dermawan, terutama Pemerintah Kota Lhokseumawe. (bah)


