BANDUNG, KOMPAS.com — Banjir di Bandung Selatan mulai merepotkan transportasi. Para sopir angkutan kota atau angkot di wilayah Bandung Selatan mengaku kesulitan dan kebingungan mencari jalan alternatif menuju Kota Bandung karena sejumlah jalan terendam banjir cukup tinggi.
"Angkot terpaksa hanya mengangkut penumpang hingga ke Baleendah, semua jalur alternatif terendam banjir," kata Herman, pengemudi angkot Bandung-Ciparay di Baleendah Bandung, Minggu (21/3/2010)
Ketinggian banjir yang mencapai semeter di jalur alternatif Bojongsoang-Baleendah sulit ditembus kendaraan kecil. Jalur itu hanya dapat dilintasi kendaraan ukuran sedang dan besar. "Semalam melintas serasa mobil mengambang. Kami khawatir melintas pagi ini karena air lebih besar lagi," katanya.
Sementara itu, sebagian angkutan umum jurusan Majalata-Kebonkalapa Bandung menggunakan jalur alternatif jalur Ciparay-Bojongsoang-Buah Batu-Bandung. Meski masih bisa dilintasi, jalur itu juga terendam banjir di beberapa titik di Bojongsoang.
"Angkutan bus dan Elf masih memungkinkan pakai jalur lain, sedangkan angkot tidak bisa sehingga terpaksa hanya sampai di Baleendah," katanya.
Akibat genangan banjir itu, pendapatan mereka menurun drastis karena praktis hanya melayani setengah rute yang biasa mereka jalani. Selain angkot Ciparay-Bandung, rute angkot yang terganggu banjir Baleendah itu yakni trayek Banjaran-Bandung dan Baleendah-Kebon Kalapa. "Selain kena banjir, juga harus terjebak macet. Lebih baik tidak memaksakan diri daripada terendam. Bisa-bisa mesin jadi rusak," kata Maman, pengemudi angkot lainnya.
