Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:21 WIB
Pemerintah Tak Tanggap, Warga Bengkalis Ancam Bantai Gajah
| yuli | Sabtu, 20 Maret 2010 | 22:32 WIB
|
Share:

Tribun Pekanbaru/Zamzami
KORBAN GAJAH - Sebuah rumah warga yang rusak akibat sekitar 40 ekor gajah masuk kampung Petani, Kabupaten Bengkalis, Riau.

TERKAIT:

BENGKALIS, KOMPAS.com - Warga Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, mengancam akan membantai gajah yang terus berkeliaran di perkampungan mereka. Itu apabila dalam waktu dekat pemeritah tidak mengambil tindakan terhadap hewan yang dilindungi itu.

"Kami sudah resah. Selain merusak rumah kami, gajah-gajah ini juga terkadang mengancam keselamatan kami. Jadi, jika dalam waktu dekat pemerintah tidak ada solusi, kami akan melakukan perburuan, dan kalau gajah itu buas, terpaksa kami juga harus membunuhnya," kata Fahri, 46, warga Desa Petani saat ditemui di desanya, Sabtu (20/3/2010).

Warga lainnya, Karman, 60, menambahkan, rumahnya hancur karena diamuk kawanan gajah liar yang masuk Desa Petani sejak awal Maret 2010. "Pilih yang mana, gajah atau manusia. Kalau memang hewan ini dilindungi negara, maka negara juga harus memberi jaminan pada keselamatan masyarakat," ujar Karman.

Menanggapi pernyataan warga, Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan (Gempal) Kabupaten Bengkalis, H Simamora, mengakui penanganan gajah selama ini tidak serius.

Menurut dia, konflik gajah dan manusia di daerah itu sudah tidak dapat terhindarkan dan sepertinya tidak akan pernah berakhir. "Kondisi ini bisa jadi karena sumber makanan dan ruang tinggal gajah-gajah itu semakin sempit akibat pengalihan kawasan hutan lindung yang terus beralih menjadi hutan tanaman industri," ujar Simamora.

Ia menyarankan, salah satu cara menyudahi konflik itu, pemerintah menambah luas pekarangan Pusat Pelatihan Gajah (PLG). "Jangan tunggu anggaran pusat, cukup anggaran daerah," katanya.

Sumber :
ANT