BOGOR, KOMPAS.com - Aparat keamanan di Jawa Barat merasa siap mencegah dan memberantas kejahatan terorisme. Itu bisa terwujud karena masyarakat Jawa Barat paham dan waspada terhadap bahaya terorisme. Selain itu, tidak ada sejengkal lahan pun di Jawa Barat ini yang tidak diawasi polisi dan tentara.
Itu antara lain pernyataan Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Timur Pradomo dan Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo di Bogor, Sabtu (20/3/2010).
Keduanya usai menyaksikan pelaksanaan Kujang Lodaya 2010, latihan gabungan TNI dan Polri menanggulangi terorisme di Sentul International Convention Center, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan, Bogor.
Timur Pradopo meminta masyarakat langsung melapor ke RT, RW, dan akhirnya sampai ke polisi jika mengetahui ada sesuatu yang mencurigakan. "Tidak ada sejengkal tanah pun yang tidak ada polisi dan tentara. Aparat keamanan mengawasinya dibantu masyarakat. Kami, polisi dan tentara, siap sekali menghadapai ancaman terorisme karena mendapat bantuan masyarakat," katanya.
Pramono Edhie Wibowo menambahkan, latihan gabungan ini bertujuan mensinergiskan penanganan saat menghadapai perkembangan krisis situasi keamanan. Tujuannya, tidak terjadi kebingungan dan salah perhitungan ketika kondisi riil terjadi.


