BANDUNG, KOMPAS.com - Sejumlah warga Baleendah dan Dayeuhkolot, Bandung yang rumahnya tergenang banjir, Sabtu (20/3/2010), terjebak air sehingga harus dievakuasi dengan menggunakan perahu karet atau rakit.
"Semula kami mengira banjir akan cepat surut, tak tahunya terus meningkat, bahkan hingga 1,5 meter," kata Karmana, warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Rumahnya untuk kedua kalinya terendam, bahkan beberapa rumah tetangganya terendam hingga dua meter. Tanggul yang dibuat untuk menahan air di sekitar permukiman mereka tak dapat lagi membendung aliran luapan Sungai Citarum yang meluber.
"Ini untuk kedua kalinya kami terjebak di rumah, mungkin banjir kali ini akan lebih besar dibanding Februari lalu. Saya hanya bisa pasrah," katanya.
Ekawati (29), warga RT02/RW09 Desa Dayeuhkolot yang tengah hamil tua, terpaksa dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk melahirkan. Sebelumnya wanita tersebut terjebak banjir di rumahnya yang terendam sejak Kamis malam.
Dibantu oleh anggota PMI dan tetangganya, wanita itu dievakuasi dengan menggunakan perahu. Luapan Sungai Citarum di kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot kembali membesar sejak Jumat kemarin sehingga memutus jalur utama Baleendah/Dayeuhkolot - Bandung. Sedikitnya 4.500 rumah kembali terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm hingga 2 meter.
