JAKARTA, KOMPAS.com — Senin (22/3/2010) lusa, seluruh siswa SMA akan bertarung dengan seluruh daya dan usaha agar bisa lulus Ujian Nasional 2010.
UN, yang dulu dikenal sebagai ebtanas, ini sudah sejak lama menjadi momok yang menakutkan. Bukan hanya bagi siswa, bahkan para guru dan kepala sekolah pun ikut tegang dan "deg-degan".
Saking tegangnya, bahkan ada sejumlah oknum guru yang berjibaku mendampingi siswanya sampai harus membocorkan soal atau memberikan jawaban secara sembunyi-sembunyi hanya demi anak didiknya lulus.
Karena itu, Kepala SMA Al Azhar 3 Budiono mengakui, saat UN berlangsung, kepala sekolah merupakan sosok yang paling diuji.
"Kepala sekolah ikut deg-degan. UN itu yang pertama diuji kepala sekolah. Bagaimana kejujuran, persiapan, sehingga secara kompetisi anak-anak bisa menghadapi UN. Dari pihak kami, enggak mengejar nilai. Targetnya jujur dulu, yang penting lulus," kata Budiono saat ditemui Kompas.com di SMA Al Azhar 3, Jakarta, Sabtu (20/3/2010) .
Budiono mengatakan, pihaknya telah siap menjalankan UN. Berbagai persiapan telah dilakukan. Ruang kelas juga sudah dipersiapkan. Untuk ruang pengawas disiapkan di lantai dasar kompleks gedung SMA Al Azhar.
Pihaknya juga menyiapkan ruang makan khusus bagi pengawas selama UN berlangsung.
"Persiapan enggak ada masalah. Ini pekerjaan rutin. Yang namanya mau naik tingkat kan harus diuji, ya UN itu. Kelasnya juga telah siap. Kartunya juga sudah ditempel," kata Budiono.
Sekitar 133 siswa SMA Al Azhar 3 dipastikan mengikuti UN. Dari jumlah tersebut, 58 siswa kelas III IPA akan menempati ruang ujian sebanyak tiga kelas. Untuk siswa kelas III IPS yang berjumlah 75 akan menempati ruang ujian yang terbagi menjadi empat kelas. Sejauh ini, tidak ada siswa yang tengah sakit ataupun tidak dapat mengikuti UN.
