Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:24 WIB
Sapi Mengamuk Hajar Motor, Mobil, dan Truk
| Abi | Sabtu, 20 Maret 2010 | 10:12 WIB
|
Share:

SANDRO GATRA
Sapi ngamuk

SIDOARJO, KOMPAS.com — Seekor sapi jenis Brahman tiba-tiba lepas dari atas truk yang memuatnya dan mengamuk. Akibatnya, sejumlah korban berjatuhan diseruduk sapi "mabuk" tersebut.

Selain dua pengendara sepeda motor terluka, satu mobil jenis L-300 dan sebuah truk engkel rusak bagian depannya setelah diseruduk sapi potong tersebut. Setelah kabur sekitar 2 kilometer, sapi berhasil ditangkap kembali.

Peristiwa langka ini terjadi saat truk gandeng N 8197 UR yang memuat 34 sapi keluar dari pintu jalan tol Porong menuju Jalan Raya Porong arah Pasuruan. Beberapa meter dari pintu tol, tiba-tiba seekor sapi lepas dari bak bagian belakang. Seekor sapi itu bagian dari 16 sapi yang dimuat di gandengan belakang. Di gandengan depan, termuat 18 sapi.

Semula, sopir truk, M Paidi (45), tidak tahu seekor sapi yang dimuatnya lepas dari ikatan, kemudian meloncat kabur. Sejumlah warga pun berteriak-teriak meminta Paidi meminggirkan truknya. Warga lantas ikut mengejar sapi yang lari tunggang langgang dan mengamuk itu.

"Larinya kencang sekali," kata Rois (47), warga Siring Barat yang kebetulan berada di Jalan Raya Porong.

Tahu sapinya lepas, sang pemilik yang juga menumpang di truk itu berusaha mengejarnya. Karena larinya makin kencang, sejumlah warga sekitar juga ikut mengejar. Bahkan, beberapa polisi lalu lintas ikut memburunya.

Akan tetapi, makin dikejar, sapi justru makin mengamuk dengan menabrak sebuah sepeda motor Suzuki RC hitam 6910 XG yang dikendarai Nawawi (31) dan adiknya, Sulaiman (29).

"Saya kaget, tahu-tahu ada sapi menabrak sepeda motor saya," kata Nawawi yang hendak pulang ke desanya di Desa Pateguhan RT 02 RW 05, Kecamatan Gondang Wetan, Pasuruan.

Akibat serangan mendadak itu, Nawawi dan adiknya jatuh terpelanting. Kaki kanannya berdarah tergores aspal. Begitu juga dengan Sulaiman yang lecet di sekujur tubuhnya.

Setelah menabrak sepeda motor, sapi terus berlari kencang ke arah Jalan Raya Tanggulangin. Beberapa ratus meter dari perlintasan rel kereta api Tanggulangin, serangan sapi kembali memakan korban.

Kali ini sebuah mobil jenis L-300 nopol W 1676 PB ditabraknya. Akibatnya, kaca depan pecah berantakan dan bodi depan penyok. Mobil tersebut disopiri Suwono (42). Saat kejadian, Suwono bermaksud hendak pulang ke rumahnya di Desa Tanggulangin RT 5 RW 2 Tanggulangin.

Setelah menabrak mobil, sapi masih juga berlari, kali ini ke arah bangunan tanggul lumpur. Namun, sapi kembali berlari ke arah Jalan Raya Tanggulangin.

Sapi kemudian menyerang truk engkel nopol W 8018 N yang disopiri Panadji (40). "Semula saya tidak tahu jika ada sapi di jalan. Tiba-tiba ada benda yang menabrak truk saya. Setelah saya lihat, ternyata seekor sapi," kata Panadji yang mengaku hendak mengirimkan mesin genset ke Bali.

Setelah itu, warga dan pemilik sapi berhasil melumpuhkan hewan tersebut. Dengan tali panjang, sapi segera diikat.

Sejumlah korban kemudian meminta ganti rugi kepada pemilik sapi akibat insiden tersebut. Difasilitasi sejumlah polisi, korban lalu berunding dengan pemilik sapi untuk menentukan besarnya nilai kerugian. "Saya akan memberikan ganti rugi, termasuk memberikan biaya pengobatan," kata Agus yang mengaku mengurusi pengiriman sapi tersebut.

Hardi Eko Rahono, teman Agus, bercerita bahwa puluhan sapi itu hendak dikirim ke sebuah areal peternakan di Probolinggo. Sapi itu baru diimpor dari Australia dan tiba melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dia mengaku tidak tahu mengapa sapi tersebut bisa lepas dan mengamuk. Padahal, sapi tersebut sudah diikat kuat-kuat di bak truk gandeng tersebut. (ain)

Sumber :
Surya