JAYAPURA, KOMPAS,com- Konflik antarwarga di Kompleks Jeruk Nipis Kotaraja Jayapura, Sabtu (20/3), terus berlanjut. Kedua kubu masih bertahan dengan membawa berbagai perlengkapan perang suku seperti panah, parang, dan tombak.
Konflik yang dipicu perselisihan internal di Gereja Baptis ini telah menjatuhkan tiga korban. Seorang korban hingga kini masih kritis dan dirawat di RS Abepura.
Kepala Bagian Operasi Polresta Jayapura Ajun Komisaris Dominggus Rumaropen menuturkan, pihaknya memberi batas waktu hingga pukul 12.00 WIT (10.00 WIB) pada kedua kubu untuk membubarkan diri.
"Kami beri waktu hingga pukul 12 siang ini agar mereka membubarkan diri. Kami terpaksa membubarkan paksa kalau mereka tidak membubarkan diri sendiri'" ujar mantan Kepala Polsekta Abepura ini.
Hingga kini aparat kepolisian yang berjumlah 20-an Brimob bersenjata api lengkap telah berjaga-jaga. Sementara itu, kubu Sofyan Socratez Yoman masih berada di lahan kosong dekat Sekolah Theologia Babtis. Mereka membawa panah dan parang serta tombak (jubi) sambil menari-nari dan menyanyikan lagu perang suku.


