BENGKULU, KOMPAS.com - Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, berpeluang dijadikan daerah kawasan khusus karena merupakan pulau terluar di daerah itu.
"Pulau terluar sulit maju bila tidak dijadikan daerah khusus. Masalahnya, jarak tempuh yang jauh, ditambah terbatasnya sarana transportasi yang ada," kata Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir HM Nasysha, di Bengkulu, Sabtu.
Ia menyebutkan, Pulau Enggano perlu dibangun dan dikembangkan menjadi daerah khusus, mengingat jarak tempuh dari Kota Bengkulu ke pulau itu mencapai sekitar 97 mil laut. "Di samping itu, kawasan Enggano juga sangat rawan pencurian hasil laut oleh orang-orang asing," ucapnya.
Dikatakan, bila ada terobosan baru dari Pemprov Bengkulu untuk menjadi Enggano daerah khusus, maka kawasan itu akan cepat berkembang dan investor pun bersaing dalam menanamkan modalnya.
Tapi bila dilakukan dengan program pembanguan seperti biasa, maka daerah itu tetap terisolasi, terlebih karakteristik warga di pulau tersebut yang cukup sulit diajak kompromi.
Mereka selama ini merasa daerahnya hanya menjadi sasaran program pembangunan, namun nyatanya masih seperti biasa-biasa saja. Contohnya, pembangunan transmigrasi, jalan dan infrastruktur lainnya nyaris tidak bisa dinikmati warga setempat akibat mutunya rendah.
Pulau dengan penduduk sekitar 4.000 jiwa itu, paling tepat bila dijadikan daerah khusus di Provinsi Bengkulu, katanya. Salah seorang tokoh masyarakat Enggano, Rafli Kaitora mengatakan, warga setempat tidak akan menolak bila darahnya akan dibangun. "Tapi harus sungguh-sungguh, bukan hanya menjual program saja," ujarnya.
Selama ini, kata dia, Enggano selalu dijadikan ajang proyek pembangunan bagi segelintir oknum berkepentingan. Setelah pengajuan proyek itu teralisasi, pembangunannya dilakukan di kawasan daratan Bengkulu.
Berbagai program pemerintah yang ada di pulau terpencil itu, sebagian besar kurang dirasakan manfaatkan oleh warga setempat. Contohnya, kata dia, jalan menghubungkan Pelabuhan Kahyapu-Malakoni yang sudah hampir satu tahun rusak berat, belum juga diperbaiki.
Selain itu, pembangunan transmigrasi gagal, puluhan rumah yang sudah dibangun ditutupi semak belukar dan tidak berpenghuni. Sebelumnya akan dibangun perkebunan besar, juga gagal.
"Ke depan kami tidak mau lagi daerah ini hanya menjadi ajang proyek, tapi kalau mau membangun, tunjukan keseriusannya," katanya.
Komandan Korem 041 Gamas Bengkulu Kol Inf Putut Winarno mengatakan, mulai tahun ini akan digelar program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Pulau Enggano.
"TMMD itu akan membangun jalan yang rusak berat dari Pelabuhan Kahyapu-Malakoni, karena selama ini tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda dua dan roda empat," katanya.


