Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 19:32 WIB
Pasola, Mensyukuri Berkah di Pulau Arwah
| msh | Sabtu, 20 Maret 2010 | 06:42 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Peserta bersiap melempar lembing ke arah lawan pada permainan tradisi Pasola yang diadakan di lapangan Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/3). Tradisi yang menggabungkan keahlian menunggang kuda dan melempar lembing tersebut diadakan untuk menyambut tahun baru dalam kepercayaan Marapu dan panen.

TERKAIT:

Oleh Sutta Dharmasaputra dan Kornelis Kewa Ama

KOMPAS.com- Senja mulai datang. Para lelaki berkain ikat khas Sumba, hanggi, dan perempuan bersarung toledo berdatangan ke kampung adat Wainggale di Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya. Rumah alang tinggi yang biasanya lengang pun menjadi penuh orang. 

Hari-hari biasa, perkampungan penganut kepercayaan animisme Merapu yang dipenuhi kubur batu itu sangat hening. Gemuruh deru ombak lamat-lamat terdengar saat terbawa tiupan angin di desa yang menghadap Samudra Hindia itu. Namun, sore itu, keheningan pecah oleh lengkingan bernuansa magis.

”Alalalalala… Uuu…. Alalalalalala… Uuuu…. Alalalalalala…. Uuu…,” teriak sejumlah wanita sambil menghampiri satu per satu batu kubur yang ada di perkampungan. Sembari mengunyah sirih dan pinang, mereka bermaksud memberi tahu ambu, arwah leluhur, bahwa mereka telah berkumpul dan siap mengadakan Pasola esok hari.

Pasola adalah permainan adu ketangkasan saling melempar lembing dari atas kuda yang dipacu kencang. Ini bukan pertandingan dan tidak ada yang menang atau kalah. Pasola lebih merupakan permainan melepas sukacita mensyukuri anugerah datangnya musim panen dan kumpul kerabat.

Kalau tidak tangkas dalam bermain Pasola, taruhannya adalah luka, bahkan nyawa. Meski lembing dari kayu lamtoro yang keras itu ujungnya tumpul, karena dilempar dengan kuat dari kuda yang berlari cepat, tetap sangat membahayakan lawan. Tak heran banyak orang tertarik menyaksikannya, termasuk turis asing.

Tahun ini, Pasola diselenggarakan di delapan desa adat. Tiga desa berada di Kabupaten Sumba Barat dan lima desa di Kabupaten Sumba Barat Daya. Pasola di Wainyapu adalah Pasola yang terakhir.

 

Selengkapnya baca di http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/20/03452252/pasola.mensyukuri.berkah.di.pulau.arwah

atau klik di berita terkait dengan judul sama

Sumber :
Kompas Cetak