JAMBI, KOMPAS.com- Ambo Atang (47), pedagang ayam potong yang tinggal di Jl Orang Kayo Pingai RT 25 Keluruhan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Jumat (19/3/2010) sekitar pukul 01.00 WIB, ditemukan tewas terbunuh secara sadis di dalam kamar rumahnya sendiri. Ambo Atang mengalami luka cukup serius berupa sayatan senjata tajam.
Kepala Satuan Resersi Kriminal Kepolisian Kota Besar Jambi Komisaris Posma Lubis menyatakan, polisi masih meminta keterangan dari dua orang saksi, yakni istri korban bernama Ndo Asenk dan adik iparnya, Andri, yang juga pedagang ayam potong di salah satu pasar tradisional.
"Kedua saksi sampai saat ini masih diperiksa kepolisian terkait kasus pembunuhan korban Ambo Atang untuk mengetahui pelaku sebenarnya," kata Posma Lubis.
Hasil sementara pemeriksaan, kata Posma, memang mengarah kepada kedua saksi sebagai pelaku. Akan tetapi, saat ini keduanya belum bisa ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya memberikan keterangan berbelit-belit.
Kerika diamankan dari pasar tempatnya berjualan, tambah Posma, di baju Andri ditemukan bercak darah segar. Untuk memastikan apakah bercak darah itu berkait dengan Ambo, polisi sudah mengirimkan baju itu ke laboratorium Polri di Palembang, Sumatra Selatan.
Dari Ndo Asek, polisi mendapat pengakuan bahwa dia sempat ribut dengan suaminya karena persoalan keluarga. Saat kejadian, ia mengaku berada di dalam kamar mandi dan mengatakan ada perampokan di rumahnya.
Akan tetapi, dari tempat kejadian perkara polisi tidak menemukan adanya barang-barang berharga milik korban yang hilang dari rumah tersebut, sehingga polisi masih melakukan pemeriksan intensif kepada kedua saksi itu.


