KUTA, KOMPAS.com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak warga di wilayahnya mampu membebaskan Bali dari sampah plastik terutama di kawasan pantai yang kondisinya memprihatinkan. "Mari kita bersama-sama lakukan itu, sehingga daerah yang banyak menjadi perhatian dunia internasional ini benar-benar menjadi Bali yang bersih dan hijau," kata Gubernur Pastika di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (19/3/2010).
Di sela-sela acara Gerakan Perempuan Peduli Lingkungan, Gubernur Pastika mengatakan, dalam upaya mewujudkan Bali bersih, hijau serta mempertahankan keindahan pantai sebagai objek pariwisata, pihaknya melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali akan terus menggelar gerakan perempuan peduli lingkungan.
Hadir pada acara siang itu tampak Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta beserta istri, serta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, Camat Kuta Utara AA Rai Yuda Darma serta para tokoh masyarakat di Desa Adat Canggu, Kuta.
Gubernur menyebutkan, kegiatan pelestarian lingkungan selain dapat mewujudkan kebersihan dan keindahan, juga sebagai langkah menuju Bali yang bersih dan hijau atau "Bali Go Clean and Green" yang telah dicanangkan.
Dikatakan, Bali belakangan ini beberapa kali menjadi tempat pertemuan internasional dalam bidang sosial penyelamatan lingkungan hidup. "Untuk itu kita harus dapat mewujudkan Bali dan hijau dan bersih," katanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, lanjut Pastika, masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu telah diajarkan tentang Tri Hita Karana yang salah satu isinya bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan menanam pohon dan membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai dari aneka tebaran sampah, terutama sampah plastik yang tergolong sangat sulit untuk dapat menyatu dengan tanah dalam waktu yang relatif singkat. "Melalui langkah itu, kita senantiasa mampu mengambil bagian bagi upaya penyelamatan bumi dari pemanasan global yang terjadi saat ini," katanya.
Gubernur Pastika mengharapkan, aksi penanaman pohon dan pembersihan pantai dapat dilakukan secara berkesinambungan, sekaligus adanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk merawat dan memelihara pohon-pohon yang telah ditanam.


