Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:35 WIB
Cerita tentang Memey dari Probolinggo
| Abi | Jumat, 19 Maret 2010 | 08:11 WIB
|
Share:

Shutter Stock

KOMPAS.com — Setelah seminggu tidak ketahunan rimbanya, Azizah Khusnul Khotimah (7), gadis yang dibawa kabur Tri Kurnia Ningsih alias Memey, akhirnya ditemukan. Putri Slamet Kuspriyadi ini diserahkan ke Polsek Sumber Asih, Kabupaten Probolinggo, oleh Jariyah (30), teman Memey.

Mendapati anak yang selama ini dicari diserahkan, petugas Polsek Sumberasih langsung menghubungi Memey via ponselnya. Dalam pembicaraan itu, petugas mengatakan, Azizah Khusnul ingin bertemu dengannya. Setelah Memey datang ke rumah Jariyah, petugas langsung menggelandangnya ke mapolsek setempat.

Di hadapan petugas, Memey mengaku tidak menculik anak tersebut. Menurut dia, antara orangtua Khusnul dan dirinya sudah ada kesepakatan untuk mengasuh dan menyekolahkan Khusnul di Kota Probolinggo. "Enggak, saya tidak membawa kabur Khusnul dari orangtuanya. Saya hanya kepingin adik perempuan," aku Memey.

Saat ditanya mengapa dirinya tidak datang saat janjian dengan orangtua Khusnul di Terminal Bayuangga, perempuan lajang ini mengaku bahwa dirinya menepati janjinya. "Saya datang pukul 14.00 siang kok ke terminal. Berhubung Slamet Kuspriyadi enggak ada, saya pulang," kata Memey.

Saat ditanya mengapa ponsel miliknya saat dihubungi Slamet Kuspriyadi tidak aktif, ia mengatakan ponsel miliknya sedang diblokir. "Saya menghubungi dengan nomor baru, tapi dia tidak membalas," kata Memey saat di mapolresta.

Sementara itu, Jariyah mengaku menyerahkan Khusnul ke polsek dengan alasan takut dipersalahkan karena telah mengasuh Khusnul. Perempuan yang tinggal di Desa Laweyan, Kecamatan Sumber Asih, Kabupaten Probolinggo, ini mengetahui anak yang diasuhnya beberapa hari itu bermasalah setelah mengetahui pemberitaan di koran dan televisi. "Karena saya takut, ya saya serahkan," ucap Jariyah saat di Mapolresta Probolinggo.

Dikatakan, ia bersedia mengasuh Khusnul lantaran Memey yang masih teman kerjanya, menitipkan kepadanya. "Dia (Memey) datang ke rumah dengan membawa Khusnul, Kamis sekitar pukul 14.00 WIB, dan menitipkan ke saya," ujar Jariyah sambil melirik Khusnul yang berada di pangkuannya.

Menurut Ajun Komisaris Iman Prijantoro, Kapolresta Probolinggo, setelah dilakukan penyelidikan, Memey diketahui telah membawa lari anak di bawah umur. "Ia bisa dijerat Pasal 330 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun," ungkap Kapolresta.

Sekadar diketahui, pada Senin (15/3), Slamet Kuspriyadi (38), warga Candi Lempung III 47 – C/03 RT 02 RW 09 Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, melaporkan hilangnya Azizah Khusnul Khotimah, anaknya, ke Mapolresta Probolinggo.

Menurut dia, Khusnul diculik oleh Tri Kurnia Ningsih alias Memey (19) sejak Kamis (11/3) pukul 11.00. Di hadapan petugas SPK, Slamet mengaku tidak tahu anak semata wayangnya itu oleh Memey dibawa lari ke mana. "Sudah empat hari, Pak," ucapnya.

Diceritakan, Memey yang dikenalnya melalui biro jodoh pada sebuah koran harian terbitan Surabaya itu berharap kedatangan Slamet berikut putrinya. Pada Kamis (11/3), Slamet dengan menumpang bus antarkota meluncur ke Kota Probolinggo. Meski sempat menunggu agak lama di Terminal Bayuangga, Memey dengan seorang lelaki berkendara sedan bercat hitam menjemput Slamet bersama anaknya. "Saya dengan anak saya dibawa keliling dan diajak makan. Saya lupa nama rumah makannya," ungkap Slamet.

Dalam pertemuan itu, Memey bermaksud mengasuh Khusnul dan akan menyekolahkannya di Kota Probolinggo. Karena niat baik itu, ia menyerahkan Khusnul. Sesampainya di Surabaya, ia mencoba menghubungi nomor ponsel Memey. Namun, tidak aktif.

Tepat pada hari yang dijanjikan, Minggu (14/3), Slamet meluncur ke Probolinggo. Di Terminal Bayuangga itu, setelah menunggu lama, Memey tidak datang, Slamet balik ke Surabaya. Setelah meminta pertimbangan, akhirnya Senin (15/3) Slamet meluncur lagi ke Probolinggo dan langsung melaporkan Memey ke Mapolresta Probolinggo. (st35)

Sumber :
Surya