PARINGIN, KOMPAS.com - Pemerintah daerah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini masih kekurangan unit mobil Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Menurut Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Balangan, Hipni Effendi, Kamis, saat ini BPK yang ada hanya dua unit.
"Keduanya masih mobil pikap biasa yang dimodifikasi sedemikian rupa dan dilengkapi dengan mesin pompa air. Belum mobil standar BPK," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, sekitar 190 Km Utara Banjarmasin.
Ia mengatakan, keterbatasan itu disebabkan karena anggaran APBD Balangan belum mencukupi untuk pengadaan dan penambahan unit BPK. "Tetapi bukan berarti kita diam dan menunggu saja. Kami telah mengupayakan penambahan Unit BPK dengan mengajukan permohonan pengadaan kepada pemerintah daerah," katanya.
Permohonan diajukan untuk pengadaan unit-unit BPK di tiap kecamatan yang ada di Balangan. Namun hingga kini, permohonan itu masih dipelajari oleh pihak pemerintah daerah setempat.
Ditambahkannya, kurangnya unit BPK itu memang berpengaruh terhadap kinerja dalam menanggulangi musibah kebakaran. "Kurangnya unit BPK itu jelas berpengaruh terhadap upaya penanggulangan kebakaran. Selain itu, dua unit yang ada juga belum representatif untuk sebuah alat pemadam," tambahnya.
Dua unit BPK yang ada, merupakan modifikasi dengan alat pompa air seadanya. Kondisi itu menyebabkan daya semprot tidak sekuat dan sebagus mobil pemadam yang didesain khusus.
Namun, pengadaan dan penambahan unit BPK sendiri harus melalui persiapan dan pemikiran yang matang. Hal itu didasari harganya yang relatif masih mahal.
Satu unit BPK ukuran kecil saja harganya mencapai Rp 345 juta. Sedangkan satu unit BPK standar ukuran besar, harganya mencapai Rp 525 juta per unit.
Sebagai kabupaten yang baru, Balangan saat ini lebih memprioritaskan pembangunan di tiga sektor utama yaitu pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan infrasturktur.
Karena itulah, pengadaan dan penambahan armada BPK masih memerlukan pengkajian lebih lanjut.
Masyarakat Balangan sendiri mengeluhkan keadaan itu. Seringkali unit BPK kalah cepat dengan si jago merah. Terkadang bila terjadi musibah kebakaran, dua unit BPK itu tidak sanggup mengatasinya.
Untunglah, kondisi itu sedikit terbantu dengan posisi Balangan yang berdekatan dengan tiga kabupaten lain di Banua Anam. Yaitu Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), dan Hulu Sungai Tengah (HST). Sehingga bila terjadi musibah kebakaran, unit-unit BPK dari ketiga kabupaten itu dapat membantu.
Selain itu, kondisi jalan yang menghubungkan ketiga kabupaten itu dengan Balangan saat ini sudah bagus. Setiap saat diperlukan, unit-unit BPK dari ketiga kabupaten itu bisa datang dengan cepat.


