MADIUN, KOMPAS.com — Hujan deras sejak Rabu (17/3/2010) sore hingga Kamis (18/3/2010) dini hari melongsorkan tanah hingga menimbun jalan menuju Dusun Pucang Sawit, Desa Pada, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
Akibatnya, ada 17 rumah warga di Kampung Pucang Sawit yang terisolasi. Satu-satunya jalan menuju kampung tersebut tertutup enam batu besar.
Seorang warga Dusun Pucang Sawit, Hartono (46), mengungkapkan, warga tak mampu membersihkan batu longsoran karena ukurannya terlalu besar dan berat. "Kami baru berhasil membersihkan sebagian longsoran di jalan agar dapat digunakan pengguna jalan dengan cara jalan kaki," tegasnya.
Selain itu, longsor juga menimbun dua rumah warga di Kecamatan Kare dan Kandangan, Kabupaten Madiun. Rumah milik Wagiyo (65), warga Desa Bodag, Kecamatan Kare, tertimbun bagian kamar yang ditempati anak Wagiyo.
Sedangkan longsor lainnya menimbun rumah milik Sunardi (41), warga Dusun Jenggrik, Desa Tileng, Kecamatan Dagangan. Longsor di rumah ini menghancurkan separuh rumah dari belakang hingga ke tengah.
Wagiyo menjelaskan, selama hujan semalam itu terdengar suara gemuruh dari samping rumahnya dan ternyata terjadi longsor yang menimpa kamar anaknya.
"Untungnya, saat longsor kami belum tidur. Jadi, masih sempat melarikan diri. Kalau kerugiannya, kami belum bisa menaksirnya," terangnya, Kamis.
Hal yang sama diungkapkan Sunardi (42), warga Dusun Jenggrik. Menurutnya, longsor yang menimbun separuh rumahnya disebabkan hujan deras. Kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 5 juta. "Sampai saat ini, kami masih didata petugas desa," jelasnya.
Sekretaris Kesbangpol Linmas Pemkab Madiun Agus Budi W menyebutkan, warga baru akan diajak kerja bakti pada Jumat (19/3/2010) besok.


