AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku akan memanfaatkan seoptimal mungkin hubungan kerja sama Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik Barat daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami akan memanfatkan hubungan kerja sama Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik Barat daya seoptimal mungkin, sehingga berdampak bagi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang," kata Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Selasa (16/3/2010).
Gubernur Ralahalu yang baru kembali dari lawatan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Australia dan Papua Nugini mengatakan Indonesia khususnya Provinsi Maluku melihat negara-negara di Pasifik Barat Daya terutama Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Timor Leste sebagai kawasan andalan bagi dunia di masa mendatang.
Presiden Yudhoyono, menurut Ralahalu, memandang perlu meningkatkan hubungan kerja sama dan persahabatan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Barat Daya, karena sangat penting dan strategis untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang. "Maluku bersama lima provinsi lainnya yakni Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali, akan memanfaatkan berbagai peluang kerja sama yang terjalin setelah kunjungan kenegaraan itu secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di provinsi masing-masing," katanya.
Enam gubernur yang ikut kunjungan Presiden itu adalah Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Papua Barat Abraham Ataruri, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH Muhammad Zainul Majdi.
Dia menambahkan dalam kunjungan di dua negara itu, Presiden Yudhoyono telah menandatangani beberapa nota kesepahaman (MoU) dengan Australia dan Papua Nugini, di antaranya menyangkut illegal fishing, perdagangan manusia, pelintas batas, dan program pengurangan emisi di Indonesia
Australia sudah menyepakati banyak hal yang akan dilakukan di bidang ekonomi dan kesejahteraan, bahkan kerja sama negara itu akan lebih banyak dijalin dengan daerah di kawasan timur Indonesia. "Program tersebut akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi pada pertemuan di Jakarta pada Juni mendatang," ujar Ralahalu.
Beberapa sektor andalan di kawasan timur Indonesia yang akan menjadi fokus utama untuk dikembangkan di antaranya peternakan dan pertanian karena Australia cukup maju di sektor tersebut.
Di bidang pariwisata juga akan dibahas mengenai pembukaan penerbangan langsung dari beberapa kota di Australia seperti Darwin dan Cairns serta ke sejumlah kota di Indonesia Timur termasuk Ambon dan Manado. "Sedangkan di bidang keagamaan diharapkan kerja sama yang dilakukan akan berdampak mengatasi masalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) di provinsi Papua dan Papua Barat, sehingga menjadi provinsi yang aman serta tidak ada lagi gerakan separatis atau lainnya yang ingin memisahkan diri dari NKRI," katanya.
Dia mengatakan di Maluku juga akan dilakukan pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia-Australia pada Agustus mendatang, bertepatan dengan pelaksanaan Sail Banda 2010 dengan fokus pada pembangunan kesehatan, pendidikan, dan pertanian di enam provinsi di kawasan timur Indonesia.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

