DENPASAR.KOMPAS.com - Puluhan pecalang Desa adat Kuta yang tengah melakukan patroli malam Nyepi dikagetkan dengan cahaya lampu dari tengah laut Pantai Kuta. Cahaya tersebut berasal dari lampu sorot puluhan kapal penangkap ikan yang tetap beroperasi di saat malam Nyepi.
Para pecalang pun meradang karena nelayan-nelayan tersebut melanggar catur brata penyepian. "Kita gak bisa terima, mereka tidak menghormati hari raya Nyepi," ujar Oka Adnyana, satgas pantai Kuta.
Namun para pecalang tidak dapat berbuat apa-apa karena jarak kapal berjarak sekitar 5 mil dari bibir pantai. Belum diketahui nelayan-nelayan tersebut berasal dari mana, karena saat hari raya Nyepi seluruh pelabuhan di Bali dilarang melakukan aktivitas di laut.
Kapal-kapal nelayan tersebut sudah seminggu berada di tengah laut Kuta. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah Kuta pada saat catur brata penyepian.
