Kawasan Monumen Bom Bali di jalan legian Kuta yang biasanya ramai, hari ini tampak sepi tanpa ada aktivitas apapun
DENPASAR.KOMPAS.com - Tak tahan diperlakukan semena-mena oleh suaminya, seorang istri melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Poltabes Denpasar siang tadi, Selasa (16/3/2010). Karena dalam suasana hari raya Nyepi, korban harus diantar 2 orang pecalang agar dapat melintas jalan raya dengan menggunakan sepeda motor.
Setibanya di Poltabes Denpasar, Amelia, wanita 25 tahun ini langsung melaporkan suaminya, Dani (35) ke reserse kriminal Poltabes Denpasar. Amelia menceritakan kepada petugas piket reskrim, suaminya melakukan tindak kekerasan berupa pemukulan yang melukai pelipis dan pipi kiri.
Sebelum terjadi pemukulan, keduanya sempat ribut karena sang suami membawa teman menginap di rumah pada saat Nyepi. "Ini hanya untuk pembelajaran karena dia sering melakukan kekerasan kepada saya," ujar korban.
Setelah melapor ke Poltabes Denpasar, Amelia yang tinggal bersama suaminya di Jalan Pulau Misol Denpasar, untuk sementara tinggal bersama kakak kandungnya sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Poltabes baru akan menindaklanjuti kasus ini besok, saat aktivitas di pulau Bali normal kembali. Karena bertepatan dengan hari raya Nyepi, korban baru akan melakukan visum esok hari.