Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:00 WIB
Perahu Terbalik di Mahakam, Satu Tewas dan Tujuh Hilang
Ambrosius Harto | Glo | Selasa, 16 Maret 2010 | 15:14 WIB
|
Share:

TENGGARONG, KOMPAS.com - Satu perahu cepat berpenumpang 17 orang terbalik di Sungai Mahakam, Kecamatan Muarakaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (16/3/2010) pagi. Kecelakaan yang diduga akibat menabrak batang pohon atau terkena gelombang itu menewaskan satu penumpang, tujuh penumpang belum ditemukan, tetapi sembilan penumpang lainnya selamat.

Demikian penjelasan Kepala Kepolisian Sektor Muarakaman Ajun Komisaris Iksanudin saat dihubungi dari Kota Samarinda, Iksanudin merinci, penumpang yang tewas ialah Iklima Oktavia (24). Tujuh yang belum ditemukan ialah Yanah (23), Jati (4), Aswin (15), Cici (9), Abai (18), Soki (8), dan Askia (1). Sembilan penumpang yang berhasil selamat ialah Darmi (40) yang juga motoris dan istrinya Yani (38), Junun (7 bulan), Nur (35), Selvi (19), Achmad Fauzi (21), Nur Hawa (40), Anisa (15), dan Juliana (17).

"Mereka ini satu keluarga besar Haji Jurdi asal Kecamatan Kotabangun yang hendak pulang seusai menonton upacara adat Benua Tuaq di Desa Sabintulung, Kecamatan Muarakaman, pukul 01.00 Wita," kata Iksanudin.

Iksanudin menjelaskan, perahu cepat keluarga Jurdi ditemani satu perahu cepat di depannya yang dimotori Jamri dan berisi 14 penumpang. Jarak kedua perahu cepat itu sekitar 100 meter.

Karena Jamri tidak melihat lampu perahu cepat di belakangnya menyala, Jamri memutar perahu cepatnya dan menemukan perahu cepat Darmi terbalik dan penumpang tercebur ke Sungai Mahakam yang lebar dan terpanjang di Kaltim itu. "Jamri dan penumpangnya bisa menolong yang sembilan orang dan menemukan satu yang tewas. Namun, yang tujuh belum ditemukan," kata Iksanudin.

Iksanudin mengatakan, diduga perahu cepat Darmi menabrak batang pohon yang mengapung atau terkena gelombang akibat melintasnya kapal penumpang pedalaman yang jauh lebih besar. "Kami belum menanyai para korban karena masih berkonsentrasi mencari tujuh yang belum ditemukan itu," kata Iksanudin.

Tim SAR dan jajaran Kepolisian Resor Kutai Kartanegara dari Tenggarong telah datang pukul 10.00 Wita dan mencari tujuh penumpang bersama dengan sedikitnya 150 warga Muarakaman. Pencarian dilakukan dengan belasan ketinting dan ces atau sampan kecil yang bermesin 5 PK (daya kuda) serta perahu-perahu cepat dan perahu karet.