Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:17 WIB
Soft Opening Bandara Internasional Lombok Ditunda
| Abi | Selasa, 16 Maret 2010 | 12:53 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Dua pepadu saling serang di lapangan rumput depan Kecamatan Labu Api, Lombok Barat, NTB. Dahulu tarung perisean hanya dimainkan di persawahan sebagai ritual untuk meminta hujan.


MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menunda soft opening atau pembukaan awal operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) yang semula dijadwalkan Maret 2010 karena pihak terkait belum siap.
     
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB Ahmad Baharudin membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi di Mataram, Selasa (16/3/2010). "Sangat mungkin tidak dilakukan soft opening pada  Maret ini, karena pihak PT Angkasa Pura I sendiri belum siap," ujar Baharudin.
     
Ia mengatakan, soft opening BIL mungkin terealisasi Juni atau Juli mendatang, karena belum mantapnya persiapan PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara internasional yang berlokasi di Dusun Slanglit, Desa Tana Awu, Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah, NTB itu.      
    
Pihak PT Angkasa Pura I sendiri belum memberikan penjelasan rinci  tentang jadwal penggunaan bandara internasional itu, namun diperkirakan beberapa bulan ke depan BIL sudah bisa beroperasi. "Biarlah soft opening tertunda agar cukup waktu bagi PT Angkasa Pura I untuk menatanya sebelum mengoperasiokan bandara internasional itu Juni mendatang," ujarnya.
     
Baharuddin tetap optimistis kendala teknis dalam pembangunan bandara internsional itu akan dapat dituntaskan dalam waktu dekat ini.
     
Pembangunan infrastruktur pendukung BIL seperti jalan by pass yang masih terkendala pembebasan lahan diyakini dapat diselesaikan secepatnya sehingga pekerjaan fisik juga segera terealisasi.     
     
"Apalagi Gubernur NTB telah membentuk tim teknis setelah rapat koordinasi para pihak di Hotel Grand Legi Mataram, tanggal 6 Januari 2010 lalu, untuk menuntaskan polemik lahan pembangunan jalan akses BIL itu," katanya.
     
Ia mengatakan tim teknis saat ini tengah merumuskan pola penggunaan anggaran pembebasan lahan untuk jalan by pass ke BIL yang melewati sebagian wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah.
    
Pada titik tertentu di wilayah Kabupaten Lombok Barat yang hendak dibangun jalan by pass belum dibebaskan lahannya karena pemerintah daerah setempat kesulitan anggaran.

Sumber :
ANT