Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 03:06 WIB
"Swiss van Java" Itu Kini Semrawut dan Penuh PKL
| hertanto | Selasa, 16 Maret 2010 | 10:09 WIB
|
Share:

GARUT, KOMPAS.com — Kabupaten Garut tempo dulu kerap dikenal dengan sebutan Swiss van Java karena ketertiban, kebersihan, serta keindahan alamnya yang sejuk dan menawan sehingga banyak memikat kalangan masyarakat dari Eropa.

Para pendatang dari Eropa menyebutnya dengan ungkapan mooi atau indah dan sering bermalam di Villa Dolce, Hotel Papandayan, serta Hotel Ngamplang, termasuk Charlie Chaplin.

"Bahkan, waktu itu Ratu Wilhelmina (Belanda) memiliki peristirahatan khusus di kawasan Palalangon," kata Wakil Ketua DPRD setempat, Ir Lucky Lukmansyah Trenggana, Selasa (16/3/2010).

Palalangon, perbukitan yang terletak di Kecamatan Leles, di bawahnya terhampar perairan Situ (Danau) Cangkuang, 15 km arah barat dari pusat kota Garut.

Sedangkan Situ Bagendit, kata Lucky, kerap didarati pesawat amfibi jenis catalina sebagai lokasi peristirahatan sekaligus persembunyian para petinggi serdadu APRA, di antaranya Van Dheer Plas serta Van Dheer Bode.

Kemudian, pada 1962, Presiden pertama RI, Ir Soekarno, berpidato di atas babancong (mimbar bagi para pejabat tinggi), sekaligus memberikan anugerah kota "Intan" (indah, tertib, dan nyaman), termasuk sarat gemerlap lampu dengan sejumlah berkas sinar pada malam hari karena kota ini berada di bawah lembah yang dikelilingi pegunungan.

Gunung tersebut terdiri dari Gunung Cikuray, Gunung Api Papandayan, Gunung Api Guntur, Gunung Api Galunggung, Gunung Talaga Bodas, serta Gunung Karacak.

Presiden Soekarno juga memberikan piagam logam berupa penghargaan bagi "Garoet" sebagai kota terbersih di Indonesia pada 1962 tersebut, yang kini dikenal dengan sebutan Adipura.

Namun, mulai 1990-an atau 30 tahun pasca-diperolehnya penghargaan kota terbersih, kondisi jantung kota Garut pun cenderung semrawut, malahan nyaris tidak ada satu pun bupatinya yang bisa menertibkan para pedagang kaki lima (PKL).

Memasuki era reformasi, selain memiliki nilai positif, juga, antara lain, berdampak semakin beraninya para PKL melakukan perlawanan dengan berbagai dalih setiap ditertibkan oleh aparat.

Pada 17 Maret 2010, kata Lucky, Garut memasuki usia yang ke-198 meski Sungai Cimanuk tidak lagi seindah Sungai Rhine atau pusat kota tidak senyaman Geneva serta gunung dan hutannya tidak sepesona pegunungan Alpen, tetapi tetap diharapkan bupati dan wakilnya bisa menyejahterakan masyarakat.

Sumber :
ANT