MEDAN, KOMPAS.com - Citilink, unit bisnis Garuda Indonesia, membutuhkan sedikitnya 40 pilot baru untuk mengoperasikan empat unit pesawat tambahan hingga akhir tahun ini.
Saat ini ada 59 kadet pilot yang disiapkan untuk mendukung rencana penambahan armada pesawat Citilink, kata Direktur Layanan Strategi dan TI Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan di Medan, Selasa (16/3/2010).
Elisa mengatakan, tenaga pilot di maskapai berbiaya murah ini, sekarang hanya cukup untuk mengoperasikan empat pesawat yang ada, yakni tiga Boeing 737-300 dan satu Boeing 737-400.
"Karena itu , untuk mengoperasikan empat pesawat tambahan sejalan dengan perluasan rute penerbangan, maka tahun ini Citilink masih butuh 20 pilot dan 20 co pilot lagi," ujarnya.
Ia memperkirakan, kebutuhan tenaga pilot bagi maskapai berbasis biaya murah (low cost carrier/LCC) seperti Citilink, akan terus meningkat mengingat pasar LCC di Indonesia berkembang pesat.
Tahun lalu saja, menurut Elisa, dari total 43 juta penumpang angkutan udara domestik sekitar 70 persennya menggunakan maskapai berbiaya murah. Pangsa pasar LCC diperkirakan akan terus naik karena pertumbuhan per tahunnya mencapai 17-20 persen sementara pasar premium hanya tumbuh tiga sampai lima persen per tahun, katanya.


