JAMBI, KOMPAS.com - Polda Jambi minta masyarakat meningkatkan daya tangkal untuk mencegah atau mengantisipasi menyusupnya kawanan teroris yang kini beraksi di sejumlah daerah.
Kabid Humas Polda Jambi AKBP Almansyah di Jambi, Senin (15/3/2010) mengatakan, daya tangkal masyarakat akan membuat kawanan pengacau itu tidak akan bisa berkembang atau masuk ke suatu daerah. "Daya tangkal masyarakat yakni kekompakan warga di suatu daerah untuk tidak mudah menerima orang asing, dan selalu tanggap lingkungan dengan adanya aksi atau gerakan yang mencurigakan," katanya.
Menindaklanjuti perintah Kapolri, Polda Jambi bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk masyarakat selalu meningkatkan kepekaan pada lingkungan.
Ia menyebutkan, dalam meningkatkan daya tangkal masyarakat, warga dapat kembali menghidupkan dan menggalakkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) serta menghidupkan atau menegakkan kembali aturan RT dan RW setempat, seperti tamu yang menginap 1 x 24 jam wajib melapor.
Diyakini bila Siskamling dihidupkan kembali dan peraturan lingkungan ditegakkan, setiap orang asing yang datang akan terdata dan terdeteksi semua kegiatannya.
Orang asing yang datang dan bertujuan tidak baik, sudah pasti tidak akan berani jika warga di lingkungan tersebut selalu mengawasi atau mengontrol kegiatan yang dilakukannya.
Menurut dia lingkungan atau warga yang kompak, daerahnya akan aman dan tidak akan berani disusupi teroris, sebaliknya warga yang lemah atau daya tangkalnya tidak kuat, maka daerah itu akan menjadi sasaran persembunyian dan sarang teroris.
Para teroris sebelum menyusup atau masuk ke suatu daerah lebih dulu dia menjajaki situasi dan kondisi sosial masyarakatnya, apakah tingkat kepedulian dengan orang asing lemah atau tidak. "Untuk itu supaya daerah kita tidak mudah disusupi orang asing, kekompakan dan kepedulian warga terhadap orang baru yang masuk ke daerahnya perlu ditingkatkan," kata Almansyah.


