DENPASAR.KOMPAS.com - Sebanyak 24 ogoh-ogoh hasil kreatifitas pemuda Denpasar Senin (15/3/2010) sore ini dilombakan di Lapangan Puputan, Badung, Denpasar. Ke-24 ogoh-ogoh ini merupakan finalis dari 400 lebih peserta lomba ogoh-ogoh yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Denpasar ini.
Ribuan warga Denpasar pun tak ingin ketinggalan menyaksikan momen yang hanya dapat disaksikan setahun sekali ini. Mereka memadati setiap sudut Lapangan Puputan untuk menonton atraksi ogoh-ogoh tersebut.
"Lomba seperti ini perlu diadakan, bagus juga untuk menjaga tradisi dan ajang unjuk kreativitas," ujar Ketut Mudra, Warga Denpasar. Dalam lomba ini, penilaian tidak hanya pada kreatifitas pembuatan ogoh-ogoh semata, namun juga paket keseluruhan yang dibawakan peserta yakni meliputi fragmen atau sendra tari yang mengisahkan makna ogoh-ogoh.
"Kami telah menyiapkan fragmen dan fisik untuk mengangkat ogoh-ogoh selama seminggu terakhir, dan kami berharap dapat menang dalam lomba ini," ujar I Made Wibawa salah seorang peserta lomba dari Desa Sanur Denpasar.
I Made Wibawa bersama rekan-rekannya yang menampilkan ogoh-ogoh bertemakan pewayangan butha kala naga sesa ini menghabiskan biaya Rp 15 juta untuk membuat ogoh-ogoh tersebut. Namun besarnya biaya tersebut bukanlah sebagai halangan untuk melestarikan tradisi.
